Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Semakin Ku Sayang,Semakin Ku Egois

Gambar
Aku belumlah sempurna dalam mengerti dirimu seutuhnya. Keegoisan menguasai emosiku. Mengalahkan kewarasanku dalam memaklumi segala aktivitasmu.  Aku tahu,aku mulai bertindak protektif. Segala tapi-tapi mungkin tak kan ada gunanya untuk ku jadikan alasan. Sebab,disini aku yang salah. Aku yang tak bisa mengatur emosiku. Aku yang tak sanggup menabahkan kesabaranku. Dan kamu,tidaklah salah dalam hal ini. Kasih,inilah kekuranganku. Aku menjadi mengerikan saat perasaanku semakin dalam padamu. Maafkan aku. Sekali lagi,maafkan aku yang tak bisa berhenti menduga-duga hal yang tak baik tentangmu. Aku tak ingin seperti ini,sungguh. Namun aku tak tahu harus bertindak seperti apa agar membuat hatiku sendiri yakin pada setiap kabarmu yang menghilang. Tolong jangan menyerah denganku. Bagaimanapun,aku masih ingin mempertahankan kita. Bagaimanapun,aku sedang berusaha memperbaiki diriku sendiri. Bertahanlah. Ku mohon.

Bahagia Setelah Terluka.

Ku kira terlalu sulit untuk jatuh cinta lagi setelah hatiku benar-benar hancur berkeping-keping oleh seseorang yang memilih berjalan di belakangku. Ku kira takkan ada yang bisa yang mampu menghancurkan dinding pertahanan yang ku bangun sendiri. Aku terlalu takut terluka untuk kesekian kalinya. Aku tak ingin lagi percaya pada apa yang di namakan cinta. Tapi entah darimana asalnya,tiba-tiba kau datang kepadaku. Mencurahkan segala perhatian yang tak pernah ku minta. Menunjukkan padaku bahwa tak semua cinta menciptakan duka. Jika sebelumnya aku menganggap cinta seperti malam-malam dingin yang pekat dan tenggelam. Kau justru menunjukkan bahwa cinta juga seperti pagi hari yang penuh dengan harapan baru. Kini,setiap kali aku melihat matamu,ada kelembutan dan kasih sayang di sana. Juga,setiap kali aku menatap manik itu,aku melihat bahwa masih ada seseorang yang benar-benar tulus mencintaiku. Seseorang yang sesibuk apapun selalu menyempatkan waktunya untuk mendengarkan keluh kesahku. Seseo...

Resah.

Hari ini ku dapati rasa yang berbeda denganmu. Percayalah,setiap detik bersamamu selalu menambah kadar perasaanku. Tapi aku tak tahu darimana pikiran ini datang. Aku tak pernah mengundang keresahan ini. Sebelumnya aku bukan seorang perempuan yang senang menduga-duga,apalagi kau kini telah resmi menjadi tempatku membagi segala keluh kesah juga bahagia yang membuncah. Sebelum memulai semuanya,kita telah sepakat meninggalkan yang lalu. Lalu mencoba menerima segala rasa yang tumbuh di dalam dada. Tapi malam ini,ada sebuah bisikan di hati kecilku. Tentang kamu yang mencoba menjadikanku pelarian atau tentang kamu yang sebenarnya hanya mencoba bermain perasaan. Kita telah sama-sama tahu seperti apa kelamnya masa lalu. Dan kau juga mengerti sesulit apa aku membuka hati untuk yang baru. Ku harap kau bisa menjaga segala yang telah ku titipkan di hatimu. Dan semoga ragu ini lekas menghilang dari pikiranku. Atau ku harap bahwa gelisah yang detik ini ada di hatiku semuanya salah. ...