Jika Seandainya saja.
Sedekat apapun itu,hanya punggungmu saja yang bisa ku tatap. Kau sangat dekat,tepat di hadapanku,tapi mengapa hanya mataku saja yang bisa menikmati hadirmu disini? Pelan-pelan aku mencoba mengangkat tangan ini,berusaha menyentuhmu untuk kali ini saja. Tapi sebagian dari hatiku berteriak tak boleh. Sebab kau bukan seseorang yang ku genggam. Meski aku merasa bahwa hanya dengan menyentuh pundakmu saja,aku bahagia. Ia bercerita panjang lebar tentang masalah yang menimpanya. Aku mendengarkan dengan seksama. Menyimak setiap deretan kata yang mengalun indah di telingaku. Suaranya memang tak lembut,justru ada nada cemas di dalamnya. Aku membatin di dalam hati seperti biasanya. Mengeluarkan pendapatku sendiri tentang segala masalahnya. Walau kalimat-kalimat penenang itu hanya bisa ku simpan di dalam hati saja. ...