Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Karena Aku Yakin.

          Sesekali,aku ingin mengajakmu mengunjungi kenangan kita. Melihat-lihat kembali perjuanganmu juga usahaku dalam menyambut cinta darimu. Sebab kau harus tahu,bahwa ketika semuanya ini kau akhiri. Maka pihak yang paling merugi adalah dirimu. Dahulu,kau dengan sabar menanti aku menyambut hatimu. Dahulu,kau berkorban mati-matian untuk menarik perhatian dariku.           Jika kau mengingatnya,dahulu ada seorang lelaki yang setengah mati mengkhawatirkanku jika hampir larut malam tak juga pulang kerumahnya. Dahulu,ada seorang lelaki yang selalu menemani aku belajar hingga ia terkantuk-kantuk. Dan dahulu,ada seorang lelaki yang rela jam tidurnya diganggu oleh panggilan teleponku jika aku sedang mengeluh sakit. Dan yang aku tahu,seorang lelaki itu adalah kamu. Kamu yang akhirnya ku pilih untuk menjadi kekasihku.           Lalu sekarang,mari kita beranjak ke masa s...

Melupakanmu Secepatnya.

          Senja telah usai dan malam datang dengan segala keindahannya. Di atas sepeda motormu yang melaju kita menikmati hiruk pikuk kegiatan masyarakat kota malam hari. Menatap kilauan lampu-lampu jalan yang terang juga melihat-lihat hiburan yang di suguhi sepanjang jalan menuju pulang.           Beberapa jam yang lalu kita menikmati hari beramai-ramai. Saat itu,kau bersikeras menarikku untuk masuk ke salah satu toko buku. Katamu,ada buku yang sedang kau cari dan aku memilih membuntuti langkah kakimu. Di barisan rak-rak buku,kau menenggelamkan diri bersama dengan buku-buku yang membuatku pusing. Sedang aku memilih membaca asal buku-buku yang tepat berada di sebelah rak buku yang kau incar. Sepuluh menit berlalu aku menatap kau asik membaca. Meremehkan suasa sekitar. Lalu tiba-tiba saja sajian musik yang di perdengarkan di dalam toko buku itu berubah menjadi sedih.        ...

Lelah Melihatmu Seperti Ini.

          Keadaan ini membuatku lelah. Semua rasa bercampur menjadi satu. Nyatanya menjadi sahabat bagimu menumbuhkan banyak nyeri di hati. Katamu,dia tak bisa membuatmu bahagia. Tak mau sedikitpun berjuang untukmu. Lalu mengapa pada akhirnya kamu memilih tetap bertahan?           Kamu mungkin ingin membuat semua orang menilai bahwa kamu lelaki yang setia. Tapi cinta juga tak semestinya sebodoh itu. Bertahan dengan orang yang bahkan tak bisa menghargai usahamu dalam mempersatukan yang retak agar tetap utuh.           Aku benci melihatmu menjadi munafik. Menjadikan satu gadis sebagai kekasih namun menabur harapan semu pada gadis-gadis lain. Bukan seperti ini harusnya pelampiasanmu. Rasa sakit tak akan terobati dengan cara menyakiti yang lain. Kau tahu,bahwa rasa cinta itu mulai mengikis. Namun kau berpura-pura menganggap itu baik-baik saja.    ...

No Title

Kepada kamu,penghuni tetap sebagian relung hatiku.           Ketika kau membaca ini aku telah mengumpulkan banyak keberanian untuk merujukmu membaca tulisan ini. Melalui tulisan ini aku ingin menjabarkan segala rasa dan resah yang terasa. Mungkin kau sudah tahu sejak lama bahwa aku menyimpan rasa yang berbeda. Rasa yang di miliki seorang perempuan kepada seorang laki-laki. Sebelumnya aku tidak pernah merencanakan untuk jatuh pada pesonamu. Aku juga baru menyadari rasa itu ada setelah perpisahan pertama kita. Saat itu ada sekumpulan cemas yang menjelma jadi pikiran-pikiran buruk tentangmu ketika aku tidak lagi bisa berada di dekatmu.           Pelan-pelan aku menitipkan isyarat yang ku harap dapat kau baca. Aku tahu,kamu memahaminya meski tidak selengkap yang sesungguhnya. Tadinya aku berpikir bahwa dengan ini semua akan menjadi lebih mudah. Meski ternyata penilaianku salah. Sikapmu yang memi...