Isi Sendiri.
Ada segudang memori yang mengundangku di kala ku teguk segelas kopi di pagi buta. Memori yang mengajakku untuk kembali ingat perjalanan kita saat pertama kali bertemu hingga akhirnya aku menyebutmu;kekasih. Aku mlihatnya dengan jelas, sayang . Ada tawa dan air mata. Ada bahagia dan kecewa yang tergeletak begitu saja. Yang kau biarkan aku merawatnya sendirian. Tapi tunggu dulu. Memang bukan salahmu jika penilaianku tentang kita adalah kepahitan. Masih ada sisa-sisa rasa manis di sana. Rasa-rasa yang kau tawarkan ketika begitu banyak perhatian yang kau limpahkan untukku. Tanpa Cuma-Cuma dan keraguan. Sederet kalimat manis ketika aku merasakan sakit. Sederet perbuatan mengharukan ketika aku membutuhkan begitu banyak adaptasi dengan keadaan. Juga,seberkas kecemburuan saat tahu begitu banyak perempuan yang mencuri perhatianmu. Selama ini mungkin kau merasa aku lebih sering merangkai kata-kata manis. Bagimu,hobi menulisku ini menjadikan aku sebagai ratu drama yang penuh dengan kalim...