Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Lelaki keras kepala.

          Pukul 01:12 WIB getar ponselku membuyarkan konsentrasiku membaca novel. Sebuah chat darimu menyapa. Belakangan ini kita sering bercengkrama di pesan pribadi. Membahas hal-hal yang terkadang membuat kita tertawa tentunya selain membahas masa lalu kita yang saat ini sering kita jadikan bahan candaan. Kau cukup perhatian tentang jam tidurku yang ekstrim. Tentang kebiasaanku yang senang mengurung diri dirumah daripada menikmati dunia luar. Jujur aku sangat tersentuh dengan segalanya.           Sifatmu yang senang blak-blakan jika berkomentar membuat dirimu tampak apa adanya. Tak ada kejaiman juga tak ada hal-hal yang di buat agar kau tampak hebat. Tak jarang terkadang kita senang beradu mulut karena perbedaan pendapat. Suku batak yang identik dengan watak keraspun melekat padamu. Tapi aku tahu,kau sebenarnya sungguh khawatir pada kesehatanku. Di balik keras kepalamu,ada seberkas kecemasan yang berusaha k...

Mematahkan masa lalu

          Sudah cukup lama kita tak saling tegur sapa. Cerita yang dulunya berakhir di tanganku membuat jarak diantara kita. Kisah itu bersemi di usia kita yang masih baru beranjak dewasa. Saat itu aku masih dalam keadaan tak terkendali karena berakhirnya sebuah cinta yang ku pertahankan mati-matian. Kau hadir untuk mencoba menghapus dukaku yang ditinggalkan. Aku tidak pernah menduga bahwa kepedulianmu menyimpan makna lain. Dua bulan semuanya berlalu dan kau datang menawarkan cinta yang kau punya untuk mengobati lukaku. Sebagai orang yang sedang terluka,aku menerima uluran bantuanmu saat itu. Namun,sepertinya mengambil keputusan disaat hatimu sedang masa berkabut tidaklah tepat. Aku menjalaninya dengan setengah hati. Maka dari itu aku memutuskan ikatan yang ku terima darimu.           Kini sudah 5 tahun sejak kejadian itu. Kau senang mengomentari status-statusku di BBM. Aku mengambil sikap cuek setiap kali kau...