Cerita Akhir
Aku tak pernah habis fikir bagaimana bisa aku sekuat ini menghadapimu. Rela perasaannya terluka demi seseorang ku panggil;sayang. Lelah? Tentu saja! Tapi nyatanya aku bertahan sampai saat ini. Sosokmu masih dapat ku lihat namun sangat sulit untuk ku genggam. Entah karena apa atau mungkin karena siapa perasaan dan hatimu bisa se-beku ini terhadapku. Tak ada lagi perhatian. Tak ada lagi kemesraan. Tak ada lagi sosokmu yang peduli kepadaku. Lalu kamu menganggap apa diriku saat ini? Patung? Aku rasa iya. Kamu sangat asik tertawa dengan wanita lain juga dengan teman-temanmu sedangkan aku berlari mencari bahu yang mau menampung air mataku. Keluh kesahku tentang dirimu. Ini aneh bukan? Bagaimana bisa aku menangisi sosokmu? Apakah tak pernah terlintas di pikiranmu bagaimana perasaanku? Aku tak pernah memaksa mu menjadi sosok lain. Aku hanya memintamu men...