Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Berpikirlah Kembali.

    Aku masih senang membaca semua pesan singkat darimu. Semua memo-memo yang sengaja ku tulis dengan banyaknya kata-kata manis darimu. Semua chattingan kita di messanger masih ku miliki dan kurawat dengan teliti. Karena bagiku,hanya dengan membaca semua kata-kata yang pernah kau tulis untukku adalah cara mengurangi rindu yang semakin lekat. Menemaniku di kala aku sangat membutuhkan hadirmu walau yang ku dapatkan hanya puing kenangan saat semuanya kembali.     Yang kau tuliskan untukku bukanlah rayuan  ataupun pujian. Walau hanya sebaris kalimat mengejek akan tetapi,untukku kalimat itu terlihat romantis. Dulu kau pernah berpura-pura mengatakan cinta. Padahal sesungguhnya saat itu kau khawatir dengan rasa yang ku miliki tak sama denganmu. Kau memang orang yang pandai menutupi kelemahanmu,tapi aku bukanlah orang yang bisa mudah kau tipu. Dalam wajahmu,kau tersenyum. Tapi aku bisa melihat,di kelopak matamu kau bersedih. Jadi jangan pernah ragukan perasaa...

Cinta Vs Bodoh.

   Wanita terkadang terlalu lemah dengan perasaannya. Sudah jelas di sakiti berkali-kali,namun masih mempertahankan. Sudah jelas pasangannya tak ingin lagi,namun tetap memaksa untuk bersama. Jujur saja,saya benci dengan wanita yang seperti ini. Karena pada dasarnya,mereka yang terlalu mengemis cinta pasangannya terkesan menggadaikan harga dirinya untuk laki-laki. Mencintai seseorang itu boleh,tapi tidak dalam kadar yang berlebihan. Bukankah hal-hal yang serba berlebihan itu tidak baik?     Berpikirlah untuk wanita-wanita yang sampai saat ini masih mengemis perhatian lelaki. Yang masih bertahan dengan orang yang tidak lagi mencintaimu. Yang masih berpikir kenapa dunia ini begitu kejam. Apakah kalian tidak merasa malu pada orang-orang? Dunia ini di huni oleh beragam manusia dengan berpuluh-puluh juta karakter wajah dan sifat. Bukan hanya lelakimu yang bisa membuat bahagia. Bukan hanya lelakimu yang bisa membuatmu nyaman.     Mulailah belajar bahagi...