Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Karena Aku Yakin.

          Sesekali,aku ingin mengajakmu mengunjungi kenangan kita. Melihat-lihat kembali perjuanganmu juga usahaku dalam menyambut cinta darimu. Sebab kau harus tahu,bahwa ketika semuanya ini kau akhiri. Maka pihak yang paling merugi adalah dirimu. Dahulu,kau dengan sabar menanti aku menyambut hatimu. Dahulu,kau berkorban mati-matian untuk menarik perhatian dariku.           Jika kau mengingatnya,dahulu ada seorang lelaki yang setengah mati mengkhawatirkanku jika hampir larut malam tak juga pulang kerumahnya. Dahulu,ada seorang lelaki yang selalu menemani aku belajar hingga ia terkantuk-kantuk. Dan dahulu,ada seorang lelaki yang rela jam tidurnya diganggu oleh panggilan teleponku jika aku sedang mengeluh sakit. Dan yang aku tahu,seorang lelaki itu adalah kamu. Kamu yang akhirnya ku pilih untuk menjadi kekasihku.           Lalu sekarang,mari kita beranjak ke masa s...

Melupakanmu Secepatnya.

          Senja telah usai dan malam datang dengan segala keindahannya. Di atas sepeda motormu yang melaju kita menikmati hiruk pikuk kegiatan masyarakat kota malam hari. Menatap kilauan lampu-lampu jalan yang terang juga melihat-lihat hiburan yang di suguhi sepanjang jalan menuju pulang.           Beberapa jam yang lalu kita menikmati hari beramai-ramai. Saat itu,kau bersikeras menarikku untuk masuk ke salah satu toko buku. Katamu,ada buku yang sedang kau cari dan aku memilih membuntuti langkah kakimu. Di barisan rak-rak buku,kau menenggelamkan diri bersama dengan buku-buku yang membuatku pusing. Sedang aku memilih membaca asal buku-buku yang tepat berada di sebelah rak buku yang kau incar. Sepuluh menit berlalu aku menatap kau asik membaca. Meremehkan suasa sekitar. Lalu tiba-tiba saja sajian musik yang di perdengarkan di dalam toko buku itu berubah menjadi sedih.        ...

Lelah Melihatmu Seperti Ini.

          Keadaan ini membuatku lelah. Semua rasa bercampur menjadi satu. Nyatanya menjadi sahabat bagimu menumbuhkan banyak nyeri di hati. Katamu,dia tak bisa membuatmu bahagia. Tak mau sedikitpun berjuang untukmu. Lalu mengapa pada akhirnya kamu memilih tetap bertahan?           Kamu mungkin ingin membuat semua orang menilai bahwa kamu lelaki yang setia. Tapi cinta juga tak semestinya sebodoh itu. Bertahan dengan orang yang bahkan tak bisa menghargai usahamu dalam mempersatukan yang retak agar tetap utuh.           Aku benci melihatmu menjadi munafik. Menjadikan satu gadis sebagai kekasih namun menabur harapan semu pada gadis-gadis lain. Bukan seperti ini harusnya pelampiasanmu. Rasa sakit tak akan terobati dengan cara menyakiti yang lain. Kau tahu,bahwa rasa cinta itu mulai mengikis. Namun kau berpura-pura menganggap itu baik-baik saja.    ...

No Title

Kepada kamu,penghuni tetap sebagian relung hatiku.           Ketika kau membaca ini aku telah mengumpulkan banyak keberanian untuk merujukmu membaca tulisan ini. Melalui tulisan ini aku ingin menjabarkan segala rasa dan resah yang terasa. Mungkin kau sudah tahu sejak lama bahwa aku menyimpan rasa yang berbeda. Rasa yang di miliki seorang perempuan kepada seorang laki-laki. Sebelumnya aku tidak pernah merencanakan untuk jatuh pada pesonamu. Aku juga baru menyadari rasa itu ada setelah perpisahan pertama kita. Saat itu ada sekumpulan cemas yang menjelma jadi pikiran-pikiran buruk tentangmu ketika aku tidak lagi bisa berada di dekatmu.           Pelan-pelan aku menitipkan isyarat yang ku harap dapat kau baca. Aku tahu,kamu memahaminya meski tidak selengkap yang sesungguhnya. Tadinya aku berpikir bahwa dengan ini semua akan menjadi lebih mudah. Meski ternyata penilaianku salah. Sikapmu yang memi...

Seandainya Kau Baca.

           Seandainya kau baca cerita ini ,aku ingin kau tahu bahwa aku masih tetap mencintaimu.           Seandainya kau baca cerita ini ,aku ingin kau tahu bahwa ada sebongkah rindu yang selalu menyusup di dalam dada.           Seandainya kau baca cerita ini ,aku ingin kau tahu bahwa di setiap detik yang kita lalui ada segumpal khawatir tentang siapa yang menemani harimu disana.           Seandainya kau baca cerita ini, aku ingin kau tahu bahwa ada sebersit rasa sesal saat kabarmu menghilang entah kemana.           Seandainya kau baca cerita ini ,aku ingin kau tahu bahwa selalu ada sebait doa berisikan dirimu di sepertiga malamku.           Seandainya kau baca cerita in i,aku ingin kau tahu bahwa hariku tak lagi cerah setel...

Berdamai dengan Masa Lalu

          Rasanya sangat menyenangkan bisa kembali menatap wajahmu. Berbincang tentang banyak hal mengenai kita yang akrab sebelum semuanya berubah perlahan-lahan menjadi sebuah ‘cerita’ yang menjelma menjadi kenangan. Kau tampak banyak berubah. Tampak lebih dewasa dibandingkan saat terakhir kali kita bertemu dan mengucapkan kata berpisah.           Kala itu,kau berubah menjadi sosok yang selalu bersedia ada di sisiku. Juga menjadi bagian yang selalu membuat hari-hariku berwarna. Aku ingat,saat-saat itu banyak wanita yang iri melihatku di perlakukan seperti seorang putri oleh pangerannya. Dicintai dan dikasihi. Dua hal yang akhirnya juga membuat banyak orang mengutukku dengan satu kata yang begitu menyeramkan yaitu;penyesalan. Sebab,mereka menganggap aku terlalu bodoh melepaskan lelaki sebaik dirimu. Lelaki yang sangat ‘langka’. Lelaki yang rela mengorbankan hidupnya demi mencintai satu wanita yaitu;aku. ...

Tak Perlu Sebodoh Ini.

          Kau bersama dengan telepon genggammu. Perempuan itu berteriak kesal di telingamu. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Dengan sabarnya,kau menuruti apapun segala kemauan perempuan itu. Aku sempat berpikir bahwa kisah cintamu hanya penuh sesak yang memakan seluruh logikamu. Perempuan itu memperlakukanmu seperti pembantu bukan seperti seorang pacar. Hei..apakah cinta memang sebodoh ini?           Sejak kau bersamanya,kita memiliki waktu yang sempit untuk sekedar bertemu dan mengobrol. Tapi aku tahu,diam-diam kau senang mencuri waktu untuk bisa kabur darinya hanya untuk bertemu denganku. Lalu kau akan mulai bercerita tentang hari-hari yang berat ketika harus mengahadapinya juga tentang segala impian-impian yang ingin kau raih.           Dia memang berbeda denganku. Dia cantik. Punya gaya yang keren. Tampak seperti perempuan yang sebenarnya. Sedangkan ...

Sepuluh Tahun yang Lalu.

          Kita duduk saling berhadapan. Seperti orang asing yang baru saja bertemu beberapa detik yang lalu. Hening. Tidak ada satupun diantara kita yang ingin membuka pembicaraan lebih dahulu. Hanya ada suara riuh canda dan tawa yang terdengar dari pengunjung di sekeliling kita.           Sepuluh tahun yang lalu,kita senang mengunjungi tempat ini. mengambil tempat duduk yang dekat dengan colokan listrik agar bisa menyelesaikan tugas kita bersama-sama. Kita akan memesan minum yang sama. Persis seperti yang saat ini sedang terjadi diantara kita. Bedanya,dulu kita tidak pernah sungkan untuk tertawa bersenda gurau. Sekarang,kita memilih bungkam. Mendiamkan segala debar di dalam dada.           Sepuluh tahun yang lalu,tepat di hari kelulusan kita. Kau mengajakku untuk bertemu. Dengan sebuah senyum merekah,kau mengatakan akan pindah ke kota impianmu. Yogja. Kota yang penuh ...

Lelah.

          Semua orang bertanya-tanya mengapa bisa segila ini aku bertahan untukmu. Sebagian dari mereka merasa salut dengan perjuanganku. Sebagian lagi menatap sedih melihatku berusaha terlalu keras menyentuh hatimu. Aku punya alasan kuat. Aku punya janji yang berusaha ku tepati ketika hati ini memilihmu. Dan satupun dari mereka tak memahami hal ini.           Kamu punya hak menolak. Begitupun diriku yang juga punya hak untuk mencintai. Tapi cinta tahu sejauh mana batasannya dalam memaklumi. Cinta tahu sejauh mana ia harus bertahan menunggu untuk di miliki. Semua orang takkan ingin ada di posisi ini. Posisi dimana kau harus bisa melepaskan segala harap yang kau jaga. Dimana seluruh rindu harus kau bunuh untuk selamanya. Padahal disisi lain kau sudah terlalu jatuh pada pesonanya. Sudah terlalu sulit menahan jeritan di hati yang tak rela untuk di akhiri.           Kehidu...

Kisah Tak Bernama

          Menyibukkan diri untuk menghindari pikiranku berfokus padamu itu nyatanya sulit. Setiap saat aku melihat mereka yang tertawa bersama. Mendengar mereka bercengkrama membuat bagian dari hatiku merasakan sembilu. Aku iri. Teramat sangat iri melihat mereka bahagia sedangkan aku masih harus memenjarakan rindu yang kapan saja bisa meluap-luap karenamu. Rindu yang selalu mendesakku untuk melihat wajahmu. Rindu yang selalu menghantamku dengan suara khasmu. Rindu yang selalu menuntutku untuk mencari kabarmu.           Pandanganku kosong. Pikiranku melayang tertuju padamu. Di belahan bumi yang lain,kau mungkin sedang menikmati mimpi tanpa peduli dengan seorang wanita yang tengah menahan sesak pilu di hatinya ketika mengingat dirimu. Rasanya seperti menguliti diri sendiri. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab disini aku yang mencintaimu begitu dalam. Dan aku tidak lagi menaruh banyak harap untuk kau balas. Aku...

Berhenti Berharap

          Aku berhenti menyusuri jalan. Berhenti tepat di sisi jalan yang mengarahkan langkahku menuju hatimu. Setelah segala hal yang telah ku lalui,entah mengapa aku merasa semua yang telah ku lakukan seperti tak ada ujung pangkalnya. Jalanku menuju hatimu seakan-akan buntu. Lelahku sudah tak terhitungkan lagi. Semangatku juga telah patah berkali-kali. Dan aku tahu,ini saatnya untuk mengakhiri.           Ku pikir,perjalanan ini takkan sesulit yang orang lain bayangkan. Ku kira,menjatuhkan cinta pada hatimu semudah kedipan mata. Nyatanya tidak sama sekali. Aku harus bertarung dengan banyak hal termasuk egoku. Melewatkan berbagai peluang untuk membahagiakan hatiku hanya demi mengharapkan secuil rasa bahagia darimu.           Di tempat ini,aku membuka kembali pemikiranku yang dahulunya telah ku pasung untukmu.  Mirisnya aku menemukan kebodohan pada diriku send...

Mengakhiri Zona Nyaman

          Sore itu aroma ketenangan begitu terasa. Semilir angin berkejar-kejaran menyapa kulitku. Aroma coklat dengan suhu udara yang mulai terasa sejuk ditutup dengan sempurna saat senja menyapaku sebelum malam mendominasi langit. Sudah lama aku tidak menginjakkan kaki pada dataran tinggi ini. Kampung halamanku yang begitu tentram. Beramah tamah dengan para ibu-ibu yang berjalan pulang setelah berladang.           “Tumben kemari tiba-tiba,ada apa nduk?” suara lembut ibu merasuki pendengaranku. Ayunan yang tampak tenang tadi kini sudah berdecit pelan mengayun. Ibu duduk tepat di hadapanku.           “Gak ada apa-apa,bu. Hanya rindu suasana seperti ini” senyuman hangat ku berikan untuk ibu. Di matanya aku melihat ada segurat tanda tanya atas kepulanganku yang mendadak ini.           “Kamu gak bisa bohong,nduk. Ibu tah...

Meredam Ego

        “Hai,Apa kabar kamu? Semangat ya untuk ujiannya!”         Sesakit inikah menahan hasrat menghubungimu lebih dulu? Bukan gengsi yang ku pertahankan,tapi ketakutan yang menghalangi keinginan. Takut tiba-tiba aku mengganggu waktu pentingmu untuk belajar dan istirahat. Aku mengerti sejauh mana kamu berjuang menjadi yang terbaik untuk orang tuamu dan aku memahami kebanggaan mereka adalah prioritas untukmu. Aku masih ingat bagaimana kau bercerita panjang lebar tentang semua tugas-tugasmu yang menumpuk. Saat itu aku tersenyum sendiri membayangkan wajahmu yang mungkin sudah bertekuk kesal di campur rasa lelah. Pada waktu itu aku sempat bertanya-tanya dalam hati ‘bisakah aku menjadi obat lelahmu? Seperti kamu yang menjadi penyemangat dalam hidupku?’ namun aku menyadarinya tuan. Aku bukanlah apa-apa. Aku bukan perempuan yang memiliki kehebatan yang mampu menyulap rasa lelahmu menjadi lega.      ...

HUT RI Love Story

          Untuk menyambut kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini,aku mau share tentang sebuah pengalaman bocah kecil yang dewasa sebelum waktunya. PERINGATAN! Untuk tokoh dan beberapa hal yang menyangkut privasi individu di cerita ini saya samarkan. Jadi kalau ada yang merasa,mohon untuk tidak tersinggung tapi boleh tersunggingkan senyum kalian.           Tradisi menyambut HUT RI ini adalah diadakannya lomba di setiap sekolah. Termasuk sekolahku saat itu. Dalam satu gerbang,ada dua sekolah. Jadi,mau tidak mau kami semua harus berbagi lapangan. Sesungguhnya ini lapangan cukup luas. Dan seolah menjadi tradisi bahwa sekolahku dan sekolah depan sudah mempunyai kesepakatan batas wilayah teritorialnya masing-masing.           Perlombaan saat itu berlangsung meriah di kedua sekolah yang berhadapan. Di sekolah,kelas hanya terdiri oleh kelas A dan kelas B. Aku saat it...

Kita dan Masa Lalumu.

          Apa salahnya jika aku mencintaimu? Meskipun aku tahu siapa statusmu untuknya. Dia tak pernah peduli. Dia memilih mematahkan hatimu dan pergi mencari penggantimu. Dia tak pernah mau tahu bagaimana repotnya aku menenangkan desakkan luka di hatimu.           Dia temanku,itu benar. Dan kau adalah mantan kekasihnya,itu juga benar. Diantara kalian pernah ada sebuah perasaan istimewa tapi semuanya sudah lama berakhir. Hakku jelas bisa mendekatimu. Namun kenapa setelah bertahun-tahun aku merangkai lagi hatimu,dia datang  menawarkan cinta?           Aku tak pernah bayangkan rasanya semenyesakkan ini. Melihatnya duduk di boncenganmu dengan memeluk mesra pinggangmu. Bermanja-manjaan padamu saat hujan lebat yang mengguyur malam itu. Memanggilmu dengan sebutan “ sayang ” serta menghirup parfum di tubuhmu. Dan aku benci akan hal itu. Aku mengerti,dia tak pernah...

Dampak Sendiri dan Berpasang-pasangan.

          Tahu status single? Seseorang yang memilih untuk sendiri tanpa ada pendamping sebagai tempatnya berkasih sayang. Semua orang punya hak untuk menjalani hidup dengan status “sendiri” atau “berpasang-pasangan” dalam artian bahwa orang yang memilih sendiri bukan berarti bernasib malang. Bisa jadi,orang yang memilih sendiri itu masih menanti pasangan yang tepat atau malahan sudah memiliki pujaan hati namun belum bersatu di waktu yang tepat.           Rintangan yang sering menghampiri orang-orang yang memilih single ini adalah dianggap sebagai PHO alias Perusak Hubungan Orang. Sebagai seseorang yang sudah merasakan di tuduh PHO dan juga posisi sebagai “kekasih pencemburu”,aku mendapatkan begitu banyak pelajaran. Mungkin di kalangan anak-anak remaja,pacaran dengan cemburu yang merebak kemana-mana itu adalah hal yang biasa. Namun sebenarnya,ini adalah gaya pacaran dengan tipe kekanak-kanakan. Bayangkan saja,...

Sebatas Penghibur

          Aku hanya mampu hadir di detik-detik kantukmu menyergap. Bersama khawatirku yang meluap-luap. Bersamaku,hanya penat yang bisa ku musnahkan. Menentramkan hatimu yang sesak dengan segala peristiwa pada duniamu yang selalu membuatku kebingungan. Pada mata yang mulai terpejam perlahan-lahan,ku lantunkan doa di dalam hati sebagai nyanyian tidur yang nyenyak.           Setiap pergimu,aku membiarkan harapan itu tumbuh hingga kau kembali di hadapanku. Dengan segala kerelaan,aku membiarkan cerita kita tertulis dengan sendirinya. Takdir datang dan pergimu bukan lagi menjadi hal yang bisa membuat isi kepalaku serasa meledak-ledak. Biarkanlah rindu dan gelisah membayangi langkahku tanpamu. Satu sisi yang aku percayai,aku tetap akan setia menantimu disini. Membebaskanku dari jerat-jerat luka yang menari-nari di hati.           Percayalah satu hal,kemanapun kau bawa ...

Menanti Senja Kembali.

          Semilir angin bersama deburan ombak yg menyentuh kaki-kakiku menambah kesan senja menyapa dengan ramah. Meyusuri bibir pantai yg tampak indah dengan bias cahaya matahari tenggelam di penghujung pantai di seberang sana. Ada sebaris doa yang ku sematkan bersama datangnya senja ini. Sejuntai harapan untuk bisa menatap matamu dan mendapatkan senyuman yang menghangatkan jiwa. Mengusir sepi yang terlalu banyak berkeliaran kemana-mana.           Harapku masih sama. Doaku masih yang lama. Hanya namamu yang masih setia ku jaga bersama segala kenangan yang selalu menyapa. Di pagi yang buta,aku menanggalkan rindu yang tertunda. Di malam yang gelap gulita,aku mengundangmu dengan andai-andai yang masih bergentayangan di dalam pikiranku. Cepatlah kembali dan jemput aku sebagai wanitamu.

Lelaki keras kepala.

          Pukul 01:12 WIB getar ponselku membuyarkan konsentrasiku membaca novel. Sebuah chat darimu menyapa. Belakangan ini kita sering bercengkrama di pesan pribadi. Membahas hal-hal yang terkadang membuat kita tertawa tentunya selain membahas masa lalu kita yang saat ini sering kita jadikan bahan candaan. Kau cukup perhatian tentang jam tidurku yang ekstrim. Tentang kebiasaanku yang senang mengurung diri dirumah daripada menikmati dunia luar. Jujur aku sangat tersentuh dengan segalanya.           Sifatmu yang senang blak-blakan jika berkomentar membuat dirimu tampak apa adanya. Tak ada kejaiman juga tak ada hal-hal yang di buat agar kau tampak hebat. Tak jarang terkadang kita senang beradu mulut karena perbedaan pendapat. Suku batak yang identik dengan watak keraspun melekat padamu. Tapi aku tahu,kau sebenarnya sungguh khawatir pada kesehatanku. Di balik keras kepalamu,ada seberkas kecemasan yang berusaha k...

Mematahkan masa lalu

          Sudah cukup lama kita tak saling tegur sapa. Cerita yang dulunya berakhir di tanganku membuat jarak diantara kita. Kisah itu bersemi di usia kita yang masih baru beranjak dewasa. Saat itu aku masih dalam keadaan tak terkendali karena berakhirnya sebuah cinta yang ku pertahankan mati-matian. Kau hadir untuk mencoba menghapus dukaku yang ditinggalkan. Aku tidak pernah menduga bahwa kepedulianmu menyimpan makna lain. Dua bulan semuanya berlalu dan kau datang menawarkan cinta yang kau punya untuk mengobati lukaku. Sebagai orang yang sedang terluka,aku menerima uluran bantuanmu saat itu. Namun,sepertinya mengambil keputusan disaat hatimu sedang masa berkabut tidaklah tepat. Aku menjalaninya dengan setengah hati. Maka dari itu aku memutuskan ikatan yang ku terima darimu.           Kini sudah 5 tahun sejak kejadian itu. Kau senang mengomentari status-statusku di BBM. Aku mengambil sikap cuek setiap kali kau...

Melupakanmu Seutuhnya.

          Semelelahkan ini rupanya menghadapimu. Mempertahankan apa yang ku percayai di dalam hati agar segera kau miliki. Kau memilih diam. Mengabaikan segala yang diam-diam telah ku tunjukkan. Berhargakah hati ini untuk kau miliki? Menggenggam cinta ini begitu rumit. Hingga aku berulangkali merasakan jatuh bangunnya. Berusaha sekuat mungkin untuk memastikan kau melihat apa yang ku perjuangkan juga tak bisa membuat hatimu luluh. Jujur,ada beribu kekhawatiran yang setiap detiknya menggodaku. Ada sejuta caci makian atas sikap bodohku yang masih membiarkan kau bersemayam bersama angan-angan yang aku sendiripun sadar takkan pernah terjadi.Aku mencoba menyerahkan segalanya pada Sang Pemilik Hati. Mengikhlaskan segala hal yang sekiranya akan ku lupakan nanti. Tapi mengapa rasanya semakin sulit aku menanggalkan namamu? Tuan,mungkin ini terakhir kalinya aku mengakui segalanya. Kelelahan ini membuatku tertatih-tatih menyadarkanmu. Sudah saatnya aku berhenti me...

Jarak.

          Matahari masih belum tampak. Kegelapan masih mendominasi warna langit yang tampak biru mendung. Sesekali embun pagi menyapaku bersama hawa dingin yang menyentuh permukaan kulit wajahku. Sejak beberapa hari belakangan ini,aku menjadi penikmat pagi buta. Tidak biasa memang,mengingat biasanya aku lebih memilih bergelut di selimut daripada mengenakan celana training lengkap dengan jaket tebal untuk melakukan aktivitas baruku semenjak kau tak ada dalam jarak pandangku lagi.           Kini aku lebih memilih berlari pagi sendirian. Menikmati udara pagi yang merasuki rongga-rongga pernafasanku sekaligus menetralisir pikiranku tentangmu. Semalaman aku membiarkan memori berisikan dirimu merasuki pikiranku. Merusak-rusak segala ketahanan hati menjadi bulir-bulir yang akhirnya tak bisa ku bendung lagi. Kesadaranku terenggut saat bayang-bayangmu datang berbondong-bondong menghakimi sesak yang ku tahan selama ini....

Berbagi Pengalaman^^v

          Pernah punya pengalaman horror gak sih? Mungkin sebagian dari kalian belum pernah sama sekali,tapi kali ini aku mau share tentang pengalamanku yang bisa di bilang sedikit horor. Jadi,jangan lupa siapin tisu karena cerita ini benar-benar menyedihkan melebihi drama-drama korea yang aku tonton *abaikan*           Pengalaman pertama ini saat seluruh penghuni rumah pada pergi kecuali saya sendiri. Saat itu ceritanya,aku pengen banget minum teh manis dan itu siang hari di sertai mati lampu. Alhamdulillah nya cuaca saat itu cerah meskipun tidak secerah hubungan aku dengan gebetan *malah curhat-_-* singkat cerita karena air panas di dispenser tidak lagi panas,terpaksa deh masak air *biar mateng!!!/abaikan lagi* Nah dirumah itu kalau ke dapur enaknya buka pintu dapur,karena angin di daerah dapur itu banyak yang lewat jadi sejuk gitu. Sembari menunggu air itu mendidih,pikiran aku berkelana entah kemana di dep...