Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Untukmu.

            Saya tidak tahu bagaimana caranya agar perasaan yang semakin lama,semakin membuncah ini dapat di kendalikan. Ya,kamu telah memporak-porandakan pikiran saya;tanpa henti. Padahal,sudah hampir beberapa bulan saya tidak bertemu kamu. Akan tetapi,nyatanya efek kamu masih begitu membayangi kehidupan saya. Semua ini memang sengaja saya lakukan. Bukan menghindari kamu,saya hanya takut jatuh cinta lagi,lagi dan lagi kepada kamu.             Dulu,kita punya cerita yang indah. Bukan dalam status pacaran,namun sebuah ikatan yang kita sendiri menyebutnya sebagai ‘pertemanan’. Kita berjuang bersama,tertawa bersama dan juga menangis bersama. Kamu tipe lelaki yang cukup misterius dimata saya. Pendiam tapi humoris. Acuh tak acuh tapi protektif. Cerewet dan suka menggosip. Saya sangat dibuat terkejut melihat sikap asli kamu yang sangat berbeda. Benar apa yang dikatakan orang-orang diluar sana,bahwa ‘j...

Bodoh

            Saya tidak tahu jenis cinta apa yang saya punya untuk kamu. Cinta yang saya punya tak bisa di bilang cinta diam-diam, juga tak bisa di bilang akibat dari harapan palsu. Meski sampai detik ini saya dan kamu tidak memiliki status yang jelas. Kisah yang kita lakoni terjalin begitu saja. Terjadi dengan kemurnian yang ada. Tanpa dibuat-buat ataupun main-main. Perasaan yang kita libatkan benar-benar ada dan nyata. Bukan kepura-puraan semata.             Selama ini,semua orang hanya tahu bahwa kita hanya berteman baik;tidak lebih. Tapi yang saya rasa,yang saya lihat,kita memiliki jenis hubungan yang bukan hanya sekedar teman. Bukan. Kita terjebak dengan hubungan yang slama ini orang menyebutnya ‘ Friendzone ’. Di setiap perbincangan kita melalui telepon,kamu tak pernah sungkan mengatakan ‘aku cinta kamu’ atau ‘aku kangen kamu’. Tak jarang jua,ketika kita bertemu kamu memperlakukan saya de...

Kilas balik

                Saya masih senang menyendiri setelah memutuskan berpisah dari kamu. Untuk kesekian kalinya saya gagal menjalani hubungan dengan laki-laki lain setelah saya dan kamu berpisah. Waktu perpisahan saya dan kamu sudah sangat lama,hubungan yang kita jalanipun hanya singkat namun sangat bermakna bagi saya dan mungkin juga bagimu. Saya bukannya tak mampu melupakan jejak kenangan kita dulu. Saya hanya merasakan sedikit mati rasa setelah saya dan kamu sepakat untuk berpisah.                Dengan rentan waktu yang cukup lama setelah perpisahan kita,akhirnya kamu bercerita tentang gadis barumu. Kamu menceritakan sosoknya dengan wajah yang dihiasi tawa. Saya dapat melihat betapa sukanya kamu terhadap gadis itu. Dengan jelas,saya melihat kamu menunggunya dari kejauhan. Ya,kamu jatuh hati diam-diam kepadanya. Kamu bercerita betapa segannya kamu menemuinya. Betapa malunya...

Yang mencintaimu;aku.

            Ku pautkan rindu dengan penuh harap dapat bertemu,meski yang selalu ku dapat hanya perasaan yang semu. Tidak pernah sedikitpun aku merasa lelah mencintaimu,walau hadirku kau abaikan. Perhatianku kau sia-siakan. Tak dapat ku pungkiri jua jika hati ini senang berkelana kemanapun,namun kau tetaplah menjadi tujuanku;untuk pulang. Tempatku menikmati kenangan yang datang. Kenangan yang berisikan tentang kita.             Begitu membekas,begitu bermakna,walau kadang menyesakkan dada.  Perpisahan.. Melepaskan.. Perihal kenyataan yang sangat sulit untuk ku terima. Hal yang tak pernah ku harapkan menjadi nyata. Saat cinta yang sejak dulu ku jaga dan kurawat dengan ketulusan tak lagi bermakna untukmu. Saat dulu kita sama-sama merasakan jatuh cinta. Saat dulu kita sama-sama mengekspresikan perasaan yang ada. Saat dulu kita yang tak bisa memungkiri bahwa hatiku dan hatimu telah terajut...