Untukmu.
Saya tidak tahu bagaimana caranya agar perasaan yang semakin lama,semakin membuncah ini dapat di kendalikan. Ya,kamu telah memporak-porandakan pikiran saya;tanpa henti. Padahal,sudah hampir beberapa bulan saya tidak bertemu kamu. Akan tetapi,nyatanya efek kamu masih begitu membayangi kehidupan saya. Semua ini memang sengaja saya lakukan. Bukan menghindari kamu,saya hanya takut jatuh cinta lagi,lagi dan lagi kepada kamu. Dulu,kita punya cerita yang indah. Bukan dalam status pacaran,namun sebuah ikatan yang kita sendiri menyebutnya sebagai ‘pertemanan’. Kita berjuang bersama,tertawa bersama dan juga menangis bersama. Kamu tipe lelaki yang cukup misterius dimata saya. Pendiam tapi humoris. Acuh tak acuh tapi protektif. Cerewet dan suka menggosip. Saya sangat dibuat terkejut melihat sikap asli kamu yang sangat berbeda. Benar apa yang dikatakan orang-orang diluar sana,bahwa ‘j...