Postingan

Hiatus atau Berhenti

Tulisan ini saya dedikasikan untuk seseorang yang sebagian besar kisahnya bersama saya ada dalam blog cerita ini. Yang telah berpulang kepada Sang Pencipta tepat pada hari Kamis, 14 Januari 2021. Yang begitu memberikan arti dalam hidup saya. Tentang kasih sayang yang tulus juga makna cinta dalam versi berbeda. Saya punya banyak obrolan dengannya. Saya punya banyak janji yang terucap untuknya, Hingga akhirnya, Entah itu sebuah kebetulan ataupun tidak, Seluruhnya telah terpenuhi sebelum ia meninggalkan saya dan yang lainnya. Selain itu, kami juga punya banyak kesalahpahaman selama ini Lagi-lagi semua telah terselesaikan tepat sebelum beliau pergi meninggalkan saya dan yang lainnya. Persis seperti judul tulisan blog ini, Beliaupun pada akhirnya mengerti makna dan ditujukan untuk siapa blog ini. Dan kini dia telah pergi, Selamanya.. Meninggalkan duka dan kenangan dihati. Ketidakpercayaanku bahwa dia telah pergi menuju surga lebih dahulu. Ketidaksiapanku mengadapi keadaan dimana separuh hat...

Pergilah

Mungkin aku lupa pada wajah pucat pasi Yang memaksakan dirinya untuk menemui. Mungkin aku lupa pada keadaan lemah yang berusaha ia tutupi. Bagaimana tangan dinginnya menyentuh puncak kepalaku. Bagaimana dia menghadapi gugup dan rasa tak enak badannya disaat bersamaan. Dalam sebuah drama, pernah ku baca bahwa dalam persahabatan antara lawan jenis tidaklah mungkin. Dan untuk menaikkan level hubungan menjadi lebih dalam adalah dengan melangkah lebih dekat dan menyatakan perasaanmu. Itulah yang akhirnya kamu lakukan kepadaku, Tatkala kita sama-sama melihat dan membaca sepenggal kalimat yang di ucapkan di dalam drama. Saat ini sudah kita lalui semuanya. Kue pemberianmu beberapa tahun silam sebagai pertanda bahwa kita bukan lagi sepasang teman, melaikan sepasang kekasih telah membawa ingatanku kembali. Kamu adalah seseorang yang melewati begitu banyak suka dan duka bersamaku. Ketika semesta mengutukku, saat dunia tidak mengizinkanku untuk bahagia, Kamu menjelma menjadi seseorang yang mencipt...

Rusak dan Ikhlas

Pernahkah kau benar-benar meminta maaf padaku? Pernahkah kau merasa bersalah atas maafmu? Benarkah maaf mu tulus padaku, Atau maaf hanya senjatamu untuk membuat semuanya baik-baik saja. Aku tahu, maaf yang belakangan sering kau ucap hanyalah penenang Agar aku tak lagi rewel, Agar aku tak lagi merecokimu, Agar aku tidak menambah bebanmu. Tapi pernahkah kau melihat dengan benar, Mendengar dengan seksama setiap kata yang ku ucap Setiap perasaan yang ku tunjukkan, Setiap marah, kecewa bahkan sakit yang ku rasa Atas sikap dan perbuatanmu? Aku tahu, kita mungkin sudah terlalu rusak untuk diperbaiki. Kita sudah terlalu lelah untuk menjalani. Kita terlalu memaksa untuk menyatui. Patahannya sudah hancur, Menyatukannya sudah menjadi hal yang mustahil. Sudah terlalu banyak luka dan perban disana-sini. Dan ya, aku tahu ini saatnya aku berhenti egois Ini saatnya kita berhenti memaksakan diri. Kau terluka begitu juga aku. Tidak ada bahagia yang kita dapat disini, Apalagi rasa kasih dan sayang Bahkan...

Untuk Kamu yang Merasa

Teruntuk wanita yang tidak tahu malu dan kehilangan rasa empatinya, Teruntuk wanita yang terlalu ego hingga tidak bisa berpikir logis, Teruntuk wanita yang tidak memiliki harga diri, Teruntuk wanita yang merasa tersakiti padahal ia menyakiti wanita yang lainnya, Teruntuk wanita yang hanya berani koar-koar di sosial medianya, Teruntuk wanita yang ingin kepercayaannya di jaga tapi dia sendiri merusak kepercayaan orang lain, Teruntuk wanita yang... Ah sudah parah. Jangan sombong apalagi songong, Jangan bangga di kasih manner bagus sama perempuan yang kau jadikan rivalmu, Malu lah, Karena perbuatan tercela yang kamu lakukan masih di sikapi dengan baik, Duniamu masih sebatas tempurung kura-kura Apa yang kamu banggakan saat ini, bukanlah hal yang pantas kamu riya kan, Masih banyak hal memalukan yang kamu sendiri bahkan tidak tahu Dengan menipu wanita lainnya, bukan berarti kamu tidak bisa ditipu oleh orang lain. Bahkan ada rasa kasihan untukmu.. Tapi tidak perlu ku sampaikan ...

Numpang Lewat

Hai kamu, Yang pernah begitu dekat denganku Yang pernah bertemu ibu dan ayah mu Yang pernah di gadang-gadang akan menjadi calonmu Siapa yang sangka jika pesta keluarga yang ku datangi kemarin adalah pesta terakhir? Siapa yang sangka jika saat itulah terakhir kalinya ibumu tersenyum padaku Masih ku ingat betul bagaimana beliau mengelus pundakku Masih terpatri bagaimana respon baik dari keluarga besarmu terhadapku Dan masih ku simpan dengan rapi dalam ingatanku, bagaimana senyum mu merekah sambil menatapku Indah... Ku kira begitulah akhirnya. Sampai hari dimana ku tau jika ada yang mendahuluiku dalam merebut hatimu. Ku kira kau akan menjadikan ku sebagai rumah, Tapi ternyata kau mengizinkan orang lain yang tinggal disudut hatimu. Bagaimana aku bisa ditipu oleh cintamu yang palsu? Bagaimana kau tega membiarkan ku berjalan sejauh ini jika akhirnya kau paksa aku untuk pergi? Apa karena dia lebih dariku? Apa kamu begitu buta akan tampilan? Patah, Aku patah sepatah-patahnya Tapi apa daya? Di ...

Senja yang menyakitkan

Hari ini aku bermain dengan senja. Senja kali ini datang dengan membawa rupamu Rupa yang membuat aku jatuh cinta Tepat pada senyum tipismu malam itu Senja membawa kembali kenangan bersamamu Bagaimana dulu kau dan aku berusaha menutupi rasa Bagaimana dulu kita berjalan pelan-pelan setelah hari-hari ku yang patah Senja membuat aku tak bisa menahan air mata Kala ku lihat kita begitu bahagia Melewati angin malam, ombak yang hancur di tabrak karang Sempurna.. Begitulah aku mendefenisikannya. Impianku yang kala itu harus ku redam, Satu persatu kau wujudkan Jauh sebelum senja akhirnya menamparku pada kenyataan Kau tidak lagi sama. Kau tidak lagi bahagia. Kau tidak lagi cinta. Pada aku yang selalu membersamaimu Sejak awal bahkan akhir Dalam sedetik, kau meruntuhkan duniaku Dalam sedetik, kau bunuh segala harap Dalam sedetik, kau jatuhkan aku ke dasar jurang Mengapa semuanya harus terasa manis di awal namun pahit di akhir? Mengapa kamu berperan seperti yang sudah-sudah singgah? Mengapa setelah ...