Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Seandainya Kau Baca.

           Seandainya kau baca cerita ini ,aku ingin kau tahu bahwa aku masih tetap mencintaimu.           Seandainya kau baca cerita ini ,aku ingin kau tahu bahwa ada sebongkah rindu yang selalu menyusup di dalam dada.           Seandainya kau baca cerita ini ,aku ingin kau tahu bahwa di setiap detik yang kita lalui ada segumpal khawatir tentang siapa yang menemani harimu disana.           Seandainya kau baca cerita ini, aku ingin kau tahu bahwa ada sebersit rasa sesal saat kabarmu menghilang entah kemana.           Seandainya kau baca cerita ini ,aku ingin kau tahu bahwa selalu ada sebait doa berisikan dirimu di sepertiga malamku.           Seandainya kau baca cerita in i,aku ingin kau tahu bahwa hariku tak lagi cerah setel...

Berdamai dengan Masa Lalu

          Rasanya sangat menyenangkan bisa kembali menatap wajahmu. Berbincang tentang banyak hal mengenai kita yang akrab sebelum semuanya berubah perlahan-lahan menjadi sebuah ‘cerita’ yang menjelma menjadi kenangan. Kau tampak banyak berubah. Tampak lebih dewasa dibandingkan saat terakhir kali kita bertemu dan mengucapkan kata berpisah.           Kala itu,kau berubah menjadi sosok yang selalu bersedia ada di sisiku. Juga menjadi bagian yang selalu membuat hari-hariku berwarna. Aku ingat,saat-saat itu banyak wanita yang iri melihatku di perlakukan seperti seorang putri oleh pangerannya. Dicintai dan dikasihi. Dua hal yang akhirnya juga membuat banyak orang mengutukku dengan satu kata yang begitu menyeramkan yaitu;penyesalan. Sebab,mereka menganggap aku terlalu bodoh melepaskan lelaki sebaik dirimu. Lelaki yang sangat ‘langka’. Lelaki yang rela mengorbankan hidupnya demi mencintai satu wanita yaitu;aku. ...

Tak Perlu Sebodoh Ini.

          Kau bersama dengan telepon genggammu. Perempuan itu berteriak kesal di telingamu. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Dengan sabarnya,kau menuruti apapun segala kemauan perempuan itu. Aku sempat berpikir bahwa kisah cintamu hanya penuh sesak yang memakan seluruh logikamu. Perempuan itu memperlakukanmu seperti pembantu bukan seperti seorang pacar. Hei..apakah cinta memang sebodoh ini?           Sejak kau bersamanya,kita memiliki waktu yang sempit untuk sekedar bertemu dan mengobrol. Tapi aku tahu,diam-diam kau senang mencuri waktu untuk bisa kabur darinya hanya untuk bertemu denganku. Lalu kau akan mulai bercerita tentang hari-hari yang berat ketika harus mengahadapinya juga tentang segala impian-impian yang ingin kau raih.           Dia memang berbeda denganku. Dia cantik. Punya gaya yang keren. Tampak seperti perempuan yang sebenarnya. Sedangkan ...