Berpikirlah Kembali.
Aku masih senang membaca semua pesan singkat darimu. Semua memo-memo yang sengaja ku tulis dengan banyaknya kata-kata manis darimu. Semua chattingan kita di messanger masih ku miliki dan kurawat dengan teliti. Karena bagiku,hanya dengan membaca semua kata-kata yang pernah kau tulis untukku adalah cara mengurangi rindu yang semakin lekat. Menemaniku di kala aku sangat membutuhkan hadirmu walau yang ku dapatkan hanya puing kenangan saat semuanya kembali. Yang kau tuliskan untukku bukanlah rayuan ataupun pujian. Walau hanya sebaris kalimat mengejek akan tetapi,untukku kalimat itu terlihat romantis. Dulu kau pernah berpura-pura mengatakan cinta. Padahal sesungguhnya saat itu kau khawatir dengan rasa yang ku miliki tak sama denganmu. Kau memang orang yang pandai menutupi kelemahanmu,tapi aku bukanlah orang yang bisa mudah kau tipu. Dalam wajahmu,kau tersenyum. Tapi aku bisa melihat,di kelopak matamu kau bersedih. Jadi jangan pernah ragukan perasaa...