Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Berpikirlah Kembali.

    Aku masih senang membaca semua pesan singkat darimu. Semua memo-memo yang sengaja ku tulis dengan banyaknya kata-kata manis darimu. Semua chattingan kita di messanger masih ku miliki dan kurawat dengan teliti. Karena bagiku,hanya dengan membaca semua kata-kata yang pernah kau tulis untukku adalah cara mengurangi rindu yang semakin lekat. Menemaniku di kala aku sangat membutuhkan hadirmu walau yang ku dapatkan hanya puing kenangan saat semuanya kembali.     Yang kau tuliskan untukku bukanlah rayuan  ataupun pujian. Walau hanya sebaris kalimat mengejek akan tetapi,untukku kalimat itu terlihat romantis. Dulu kau pernah berpura-pura mengatakan cinta. Padahal sesungguhnya saat itu kau khawatir dengan rasa yang ku miliki tak sama denganmu. Kau memang orang yang pandai menutupi kelemahanmu,tapi aku bukanlah orang yang bisa mudah kau tipu. Dalam wajahmu,kau tersenyum. Tapi aku bisa melihat,di kelopak matamu kau bersedih. Jadi jangan pernah ragukan perasaa...

Cinta Vs Bodoh.

   Wanita terkadang terlalu lemah dengan perasaannya. Sudah jelas di sakiti berkali-kali,namun masih mempertahankan. Sudah jelas pasangannya tak ingin lagi,namun tetap memaksa untuk bersama. Jujur saja,saya benci dengan wanita yang seperti ini. Karena pada dasarnya,mereka yang terlalu mengemis cinta pasangannya terkesan menggadaikan harga dirinya untuk laki-laki. Mencintai seseorang itu boleh,tapi tidak dalam kadar yang berlebihan. Bukankah hal-hal yang serba berlebihan itu tidak baik?     Berpikirlah untuk wanita-wanita yang sampai saat ini masih mengemis perhatian lelaki. Yang masih bertahan dengan orang yang tidak lagi mencintaimu. Yang masih berpikir kenapa dunia ini begitu kejam. Apakah kalian tidak merasa malu pada orang-orang? Dunia ini di huni oleh beragam manusia dengan berpuluh-puluh juta karakter wajah dan sifat. Bukan hanya lelakimu yang bisa membuat bahagia. Bukan hanya lelakimu yang bisa membuatmu nyaman.     Mulailah belajar bahagi...

Doa & Harapan Untukmu.

   Dipergantian hari kali ini,aku sengaja memilih tidur larut malam. Karena di hari ini adalah hari spesial untuk seseorang yang sangat berharga untukku. Tepat  pada hari ini pula,dia semakin di tuntut untuk berpikir dewasa. Dan juga di pertambahan umurnya kali ini,dia telah resmi mendapatkan kartu tanda kependudukan dan segala kawan-kawannya.     Selamat ulang tahun untuk laki-laki yang (mungkin) masih menyayangiku. Semoga kamu semakin dewasa dan semakin kuat menjalani harimu di usia yang telah dewasa. Semoga dengan bertambahnya umur ini,hubunganmu dengan Tuhan semakin erat terjaga. Tetaplah menjadi laki-laki yang tegar,yang tetap berpikir positif dengan segala ujian yang ada. Aku sebagai orang yang hanya sebentar singgah di hatimu dan sebagai teman terbaik hanya mampu memanjatkan doa agar apa yang telah kamu adukan kepada Tuhan dapat segera terkabulkan.     Selamat merayakan hari kelahiranmu,teman. Maafkan aku jika pernah mengabaikanmu. Jik...

Keputusanku.

    Hari ini aku mengikuti kelas bimbingan. Kali ini yang memberikan pengarahannya bukan pembimbing laki-laki melain seorang perempuan. Syukurnya,dia tidak membahas bagaimana caranya mendapatkan tujuan hidup yang selama ini sibuk di perbincangkan. Dia datang mengajarkan materi yang sangat menarik untuk di bahas. Materi yang membuka pikiranku secara luas. Materi yang di setiap orang pernah mengalaminya. Materi itu tentang cinta.     Satu setengah jam lebih,pembimbing perempuan itu menceramahiku. Membuka wawasanku sekaligus membuatku merasakan takjub,kagum dan terpukau oleh ceritanya mengenai cinta. Dia bukan hanya membahas hubungan cinta dengan sesama manusia ataupun lawan jenis,tapi dia juga yang mengajarkanku bagaimana caranya mendapatkanmu melalui Tuhanku.     Hingga akhirnya,mulai detik ini aku memutuskan untuk menyimpan rasaku dalam diam. Aku takkan lagi berseru ataupun berterus terang bahwa rasa itu masih ada. Aku juga tak ingin kau tahu...

Berbeda.

    Aku menjatuhkan hatiku padanya. Bukan karena pilihanku,tapi karena cinta memilihnya. Kami berbeda bukan dalam hal pemikiran atau apapun itu. Bukan karena adanya perbedaan itu lantas membuat kami berbeda tujuan ataupun impian untuk bersatu di dalam ikatan yang lebih serius. Ikatan untuk hidup bersama;menjadi teman hidup. Tetapi,banyak orang-orang yang memandang kami sinis. Menganggap bahwa apa yang kami jalani ini hanyalah sia-sia.     Aku tak ingin berbohong pada hati,bahwa kekhawatiran itu akan terjadi. Persisahan yang bukan berasal dari kami;melainkan orangtua kami. Karena memang pada dasarnya,perbedaan yang kami miliki adalah keyakinan. Kami memanggil Tuhan dengan sebutan berbeda. Kami memiliki tempat beribadah yang berbeda. Tapi bukan berarti cinta yang kami miliki berbeda. Cinta kami sama dengan sepasang manusia lainnya. Meski aku tak mengikuti ibadahnya setiap hari minggu,meski dia tak melaksanakan ibadahku lima kali dalam sehari. Kami tetap berpi...

Semoga Bukan Dia.

    Tidak ada yang salah dalam hal jatuh cinta. Karena jatuh cinta adalah perihal mencintai dan dicintai sepenuh hati. Bukan salahnya jika dia jatuh cinta pada dua hati. Karena jika dia di suruh memilih,dia pasti akan memilih mencintai satu orang saja. Dia bimbang menentukan pilihan. Haruskah dia mengabaikan dua hati atau menyakiti salah satunya. Kesalahan terbesarnya adalah dia memilih menunggu seseorang yang membuatnya nyaman dan menahan hati seseorang yang membuatnya tenang.     Banyak orang yang mengatakan harusnya dia memilih laki-laki yang selalu ada bersamanya dalam kondisi apapun. Namun hatinya masih memberontak untuk tetap menanti. Menanti laki-laki yang menghuni ruangan di dalam hatinya. Seandainya waktu bisa di putar,dia tidak ingin bertemu dengan dua orang tersebut. Namun.semua terlanjur terjadi,laki-laki yang setia bersamanya memutuskan untuk pergi. Mungkin laki-laki itu lelah menggantungkan harapan dan memilih hati yang lain untuk menyembuhka...

Es krim,karmamu.

         Dia masih sibuk beradu argumen di dalam pikirannya sendiri. 20 menit yang lalu,dia menghubungiku kembali. Meminta untuk bertemu sambil memohonku untuk mendengar cerita sedihnya tentang kepergian gadisnya. Gadis yang sudah tega mencekik urat matanya dengan memperlihatkan kemesraannya dengan laki-laki baru yang di panggilnya ‘kekasih’. Atau anggap saja,gadis yang dulu telah dia pilih daripada diriku yang saat itu masih menjadi ‘kekasihnya’.      “Kamu bisa bayangkan bukan? Bagaimana sakitnya hatiku saat dia yang tanpa kabar seminggu kini datang menggandeng pria lain” katanya dengan tatapan mata sendunya kepadaku. Di matanya jelas sekali terlihat ada hati yang tersakiti dengan hebat. Ada juga kecewa yang teramat saat aku memandang matanya.      “Aku bahkan tidak ingin menangisinya setelah tahu dia telah mengkhianatiku. Mengkhianati cintaku.” Ocehnya dengan nada yang menggebu-gebu. Aku tahu,saat ini dia hanya ...

Lucu.

          Kadang aku kehabisan akal dan kesabaran jika menghadapi tingkahmu. Di mulut,kamu berkata tidak namun di belakangku ternyata kamu telah menyemai luka. Kali ini,apa alasan yang akan kamu gunakan untuk menyangkal semua fakta tentang dia dan dirimu yang telah ku temukan,sayang? Mengapa sekejam ini kamu meremukkan hatiku? Sehancur ini kamu menusuk rasa percayaku?           Awalnya,aku tak ingin peduli apa kata orang tentangmu. Yang aku yakini dan percayai selama ini adalah kau setia padaku. Walau sejujurnya,aku terusik akan pengaduan banyak orang tentang dirimu;aku memilih untuk tidak peduli. Lantas,apakah ini balasan yang aku dapatkan darimu,sayang?           Aku mengira bersamamu bisa ku titipkan percaya tanpa perlu takut kecewa. Aku berharap denganmu bisa ku curahkan segala rasa. Namun nyatanya kamu telah menyiapkan luka hebat untukku. Sangat membekas dan ...

Putus Asa.

Ada cinta yang tak lagi berbentuk. Ada hati yang telah terpaut dengan luka. Ada rasa yang terajut dengan asa. Untuk kedua kalinya,saya harus memuai semu atas harapan besar yang saya tabur pada rasa cinta yang dulu hampir menjadi kita. Benteng besar yang dulu saya bangun dengan kokoh untuk menguatkan hati saya dari kenyataan yang menyesakkan dada kini seolah menghilang. Sebab karenamu. Karenamu yang jua tak anggap saya ada. Karenamu yang slalu ragu untuk mampu menggenggam tangan saya dengan erat. Hari ini,sepanjang perjalanan memperjuangkan kamu yang kini saya tempuh sendirian dengan keberanian di atas normal kini telah menguap melebur bersama lara. Semangat membara untuk setia pada hatimu kini telah patah. Berkeping-keping hingga tak lagi punya bentuk yang sempurna. Tetesan air balik pelupuk mata saya karena kekalahan saya yang telah berjuang mempertahankanmu tak pernah berhenti mengalir. Meski saya nyatakan dengan tegas pada hati bahwa saya baik-baik saja. Tapi nyatanya,perasaan sa...

Kecewa.

          Seharusnya dari awal aku paham akan resiko dari mencintai dirimu. Meskipun aku mencoba meyakinkan diri bahwa aku mampu menghadapi tingkahmu,nyatanya kini aku harus mengaku kalah. Aku menyerah untuk berada setia di sampingmu yang identik di kelilingi oleh banyak wanita. Cemburu? Terlalu munafik jika aku menampiknya. Marah? Tentu saja itu kebohongan paling gila jika aku katakan aku tak marah padamu. Tapi cinta terlalu berperan besar untukku. Cinta terlalu melemahkanku hingga akhirnya aku terkubur oleh kebisuan ketika nyatanya hatiku berteriak keras!           Bukan lagi setitik ataupun segumpal rasa kecewa yang ku rasa. Jika ada kata lain dari kecewa,mungkin sudah ku ungkapkan. Seharusnya aku tak memupuk banyak harap untuk bisa terus berada disampingmu. Seharusnya aku tak berkeras kepala untuk berpura-pura.           Kamu yang saat ini ada di hati,harusny...

Sebersit Keraguan

            Ada yang tak beres di dadaku sayang. Ada yang tak tenang disana. Sepertinya ada rasa ragu dalam diriku. Bukan. Bukan karena aku ragu tak mencintaimu. Akan tetapi,ada keraguan yang cukup hebat hingga mengganggu kerja otakku mengenai keputusanku untuk jatuh cinta kepadamu dengan sangat. Mungkin,ini efek dari masa lalu ku. Atau bisa jadi karena akhir-akhir ini merasakan perubahan tingkah lakumu.             Dahulu,aku menseriusi seseorang yang katanya menjalani hubungan yang serius denganku. Dahulu,aku mencoba setia kepada orang yang katanya setia kepadaku. Tapi,dia mengingkarinya. Mengkhianatinya. Hal ini yang mengingatkankan ku kepadanya saat kau menyebut-nyebut kata serius. Saat kau dengan lantangnya menyatakan akan setia. Jika kau berfikir dengan berjanji,aku akan percaya padamu. Makanya pernyataan itu salah. Karena aku tak butuh janji. Aku tak menilai setia dan serius itu den...

Tentang Kamu.

            Saya sangat kesal ketika lagi dan lagi saya tak berhasil menuangkan kisah saya dan kamu kedalam sebuah cerita yang saya tulis. Saya ingin mengungkapkan rasa yang terombang ambing ini melalui tulisan saya. Namun,saya selalu menemui kegagalan. Saya mencoba mendengarkan lagu-lagu yang dulu kita klaim sebagai lagu kita untuk bisa membantu saya menuangkan tentang kamu dalam lembar putih Microsoft Word ini. Tapi nyatanya tak berhasil. Saya mencoba mengingat pahit dan indahnya kisah kita agar saya mendapat gambaran tentang kamu,namun gagal lagi dan lagi.             Apa sebab ini bisa terjadi dengan saya? Apakah kamu sesulit itu untuk saya jabarkan? Apakah semisterius itu sosokmu dalam sudut pandang saya? Kamu terlalu ambigu bagi saya. Tingkah lakumu,tatapan matamu,ke-otoriteranmu dan juga kekonyolanmu membuat saya merasakan campur aduk. Kadang kamu menunjukkan seberapa peduli kamu terhadap...

Sebisaku

            Selalu ada rasa bimbang saat hati menetapkan pilihan untuk menunggu sosoknya. Selalu ada rasa tak rela jika harus menghentikan segala usaha. Seperti aku. Aku yang tak pernah ingin berharap terlalu banyak dalam menjalani hari-hariku sembari menunggumu untuk datang menjemput hatiku, menggenggam tanganku dengan hangat. Tapi aku tak bisa apa-apa. Tak berdaya ataupun tak bertenaga untuk berhenti sejenak. Berhenti menunggumu di persimpangan rasa ini.             Ada banyak kenangan yang terjadi diantara kita. ada banyak cerita yang kita miliki. Hanya kita. Sebisaku,untuk tidak menoleh ke belakang. Sebisaku,untuk tidak terpengaruh pada cerita cinta yang menyenangkan di masa lampau. Tapi,aku bukanlah manusia yang sempurna. Sebisaku,untuk menghalau segalanya. Maka sebisaku juga bayangan kenangan itu datang. Bukannya aku tak penah berusaha berhenti menunggumu disini. Aku melakukannya dengan ba...
Sosoknya..             Dia seorang yang tak pernah ku sangka. Tak pernah ada niatan sedikitpun untuk menjatuhkan hatiku kepadanya. Bukan tipe laki-laki yang menarik untukku. Meskipun wajahnya lumayan menarik. Sangat membosankan. Namun nyatanya kini aku terjebak pada pesonanya. Pesona yang bahkan sampai detik ini tak pernah pudar ataupun padam.Dia pendiam. Laki-laki yang terobsesi dengan pelajaran. Jarang tertawa. Cuek. Banyak hal-hal misterius yang melekat padanya dan aku tak pernah tertarik pada dunianya. Berbeda dengan diriku yang banyak tertawa. Tak terlalu peduli pada pelajaran dan banyak tingkah (cukup aktif). Tapi siapa yang dapat menyangkanya? Setelah berada dalam planet yang sama tanpa mengganggu kehidupan masing-masing. Takdir mempertemukan kami. Situasi menjebak aku dan dia untuk bersama. “Ini neraka bagiku!” seperti itulah aku mengumpat dalam hati. Namun wajahnya datar-datar saja ketika ia ditempatkan untuk menjadi p...

Untukmu.

            Saya tidak tahu bagaimana caranya agar perasaan yang semakin lama,semakin membuncah ini dapat di kendalikan. Ya,kamu telah memporak-porandakan pikiran saya;tanpa henti. Padahal,sudah hampir beberapa bulan saya tidak bertemu kamu. Akan tetapi,nyatanya efek kamu masih begitu membayangi kehidupan saya. Semua ini memang sengaja saya lakukan. Bukan menghindari kamu,saya hanya takut jatuh cinta lagi,lagi dan lagi kepada kamu.             Dulu,kita punya cerita yang indah. Bukan dalam status pacaran,namun sebuah ikatan yang kita sendiri menyebutnya sebagai ‘pertemanan’. Kita berjuang bersama,tertawa bersama dan juga menangis bersama. Kamu tipe lelaki yang cukup misterius dimata saya. Pendiam tapi humoris. Acuh tak acuh tapi protektif. Cerewet dan suka menggosip. Saya sangat dibuat terkejut melihat sikap asli kamu yang sangat berbeda. Benar apa yang dikatakan orang-orang diluar sana,bahwa ‘j...

Bodoh

            Saya tidak tahu jenis cinta apa yang saya punya untuk kamu. Cinta yang saya punya tak bisa di bilang cinta diam-diam, juga tak bisa di bilang akibat dari harapan palsu. Meski sampai detik ini saya dan kamu tidak memiliki status yang jelas. Kisah yang kita lakoni terjalin begitu saja. Terjadi dengan kemurnian yang ada. Tanpa dibuat-buat ataupun main-main. Perasaan yang kita libatkan benar-benar ada dan nyata. Bukan kepura-puraan semata.             Selama ini,semua orang hanya tahu bahwa kita hanya berteman baik;tidak lebih. Tapi yang saya rasa,yang saya lihat,kita memiliki jenis hubungan yang bukan hanya sekedar teman. Bukan. Kita terjebak dengan hubungan yang slama ini orang menyebutnya ‘ Friendzone ’. Di setiap perbincangan kita melalui telepon,kamu tak pernah sungkan mengatakan ‘aku cinta kamu’ atau ‘aku kangen kamu’. Tak jarang jua,ketika kita bertemu kamu memperlakukan saya de...

Kilas balik

                Saya masih senang menyendiri setelah memutuskan berpisah dari kamu. Untuk kesekian kalinya saya gagal menjalani hubungan dengan laki-laki lain setelah saya dan kamu berpisah. Waktu perpisahan saya dan kamu sudah sangat lama,hubungan yang kita jalanipun hanya singkat namun sangat bermakna bagi saya dan mungkin juga bagimu. Saya bukannya tak mampu melupakan jejak kenangan kita dulu. Saya hanya merasakan sedikit mati rasa setelah saya dan kamu sepakat untuk berpisah.                Dengan rentan waktu yang cukup lama setelah perpisahan kita,akhirnya kamu bercerita tentang gadis barumu. Kamu menceritakan sosoknya dengan wajah yang dihiasi tawa. Saya dapat melihat betapa sukanya kamu terhadap gadis itu. Dengan jelas,saya melihat kamu menunggunya dari kejauhan. Ya,kamu jatuh hati diam-diam kepadanya. Kamu bercerita betapa segannya kamu menemuinya. Betapa malunya...

Yang mencintaimu;aku.

            Ku pautkan rindu dengan penuh harap dapat bertemu,meski yang selalu ku dapat hanya perasaan yang semu. Tidak pernah sedikitpun aku merasa lelah mencintaimu,walau hadirku kau abaikan. Perhatianku kau sia-siakan. Tak dapat ku pungkiri jua jika hati ini senang berkelana kemanapun,namun kau tetaplah menjadi tujuanku;untuk pulang. Tempatku menikmati kenangan yang datang. Kenangan yang berisikan tentang kita.             Begitu membekas,begitu bermakna,walau kadang menyesakkan dada.  Perpisahan.. Melepaskan.. Perihal kenyataan yang sangat sulit untuk ku terima. Hal yang tak pernah ku harapkan menjadi nyata. Saat cinta yang sejak dulu ku jaga dan kurawat dengan ketulusan tak lagi bermakna untukmu. Saat dulu kita sama-sama merasakan jatuh cinta. Saat dulu kita sama-sama mengekspresikan perasaan yang ada. Saat dulu kita yang tak bisa memungkiri bahwa hatiku dan hatimu telah terajut...

Dia.

      Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk jatuh cinta. Mempunyai cara yang khusus untuk mengekspresikan perasaannya. Tak ada satu orangpun didunia ini yang tahu kepada siapa dan mengapa dia jatuh cinta. Begitu juga dengan kita. Kita hidup dalam lintasan yang sama,namun tak pernah saling bertabrakan. Tapi,siapa yang akan menyangka bahwa kita yang tak pernah ingin saling mengenal harus merasakan perasaan yang berbeda ketika keadaan menjebak kita?       Kamu bukan pria idaman saya. Begitu juga dengan kamu. Saya wanita yang senang dengan humor,sedangkan kamu pria yang senang dengan keseriusan. Kita berbeda. Baik sikap maupun sifat. Saya senang berbicara,sedangkan kamu senang menyimpan rahasia. Saya selalu ceroboh melakukan sesuatu dalam beberapa hal,sedangkan kamu pria yang selalu bertindak hati-hati. Tapi,bukankah perbedaan bisa menyatukan dua hati yang berbeda? Tak peduli seberapa menyebalkannya kamu,seberapa membosankannya kamu,kamu...

Kenangan..

Saya selalu mencoba tegar ketika berulang kali kenangan tentang saya dan kamu menguap di dalam ingatan saya. Sudah cukup lama saya menjalani kehidupan saya tanpa kamu. Dan saya merasa saya (bisa) baik-baik saja. Tak ingin terbawa arus kenangan namun jauh disudut hati saya,saya selalu memberontak. Memaksa saya mengikuti segala skenario kenangan indah saya dan kamu sewaktu menjadi kita. Apa kabar kamu saat ini, seseorang masalalu yang masih sering hadir dalam ingatan saya? Apakah kamu baik-baik saja setelah kepergianku dari sisimu? Seberapa hancurkah perasaanmu saat harus lepas dari kekanganku? Dalam doa saya,namamu masih belum absen saya sebut. Ntahlah,saya masih merasa khawatir denganmu. Saya berharap semoga hidup kamu masih tetap berjalan dengan baik. Tidak seperti saya. Perasaan saya tak se-sehat kesehatan fisik saya. Saya benar-benar hancur tanpa kamu. Meskipun sayalah penyebab akhir dari kisah kita. Sayalah yang memutuskan berhenti berjuang bersama kamu. Berhenti mencintai sosok...

Masa Lalu

       Mungkin aku cukup sepele tentang kenangan bersamamu. Kenangan dimana aku tak pernah tahu apakah aku sudah menghapusnya atau tidak. Bayang-bayangnya di awal tak pernah sedikitpun menggangguku. Namun dengan secara perlahan tapi pasti,kenangan itu menyita waktuku. Setiap detik,menit,jam yang ku lalui bersamamu terus menerus berputar bagaikan slide show di kepalaku. Entah apa sebabnya ini bisa terjadi. Ada rasa marah,kecewa dan juga rasa benci saat kenangan itu hadir di fikiranku. Bagaimana caramu menyakitiku,membiarkan aku terluka entah untuk keberapa kalinya hanya untuk mempertahankan sosokmu. Namun,aku tak dapat jua memungkiri ada rasa haru dan bahagia ketika kenangan-kenangan indah saat kita bersama hadir. Mereka seakan ingin mengalahkan aku. Aku yang berusaha menghapus kenangan tentangmu atau aku yang mencoba berdamai dengan masa lalu. Jauh di sudut hatiku yang paling dalam,aku berjanji. Kenangan apapun yang membayangiku,baik itu kenangan mani...

Cerita Akhir

               Aku tak pernah habis fikir bagaimana bisa aku sekuat ini menghadapimu. Rela perasaannya terluka demi seseorang ku panggil;sayang. Lelah? Tentu saja! Tapi nyatanya aku bertahan sampai saat ini. Sosokmu masih dapat ku lihat namun sangat sulit untuk ku genggam. Entah karena apa atau mungkin karena siapa perasaan dan hatimu bisa se-beku ini terhadapku. Tak ada lagi perhatian. Tak ada lagi kemesraan. Tak ada lagi sosokmu yang peduli kepadaku.                Lalu kamu menganggap apa diriku saat ini? Patung? Aku rasa iya. Kamu sangat asik tertawa dengan wanita lain juga dengan teman-temanmu sedangkan aku berlari mencari bahu yang mau menampung air mataku. Keluh kesahku tentang dirimu. Ini aneh bukan? Bagaimana bisa aku menangisi sosokmu? Apakah tak pernah terlintas di pikiranmu bagaimana perasaanku? Aku tak pernah memaksa mu menjadi sosok lain. Aku hanya memintamu men...