Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Harimu.

Gambar
Perkenalkan, kekasihku. Pria yang punya sejuta pesona dalam sudut pandangku,tentunya. Laki-laki cuek dan tidak ada kesan romantisnya sama sekali. Kerjanya hanya bisa membuatku kesal juga khawatir. Selain itu, dia punya kemauan yang kuat. Serta pemikiran yang aneh. Pribadi yang susah di tebak. Tapi,begitulah dia apa adanya. Ulahnya lah yang membuat aku paham betul bagaimana kelakuan serta pola pikirnya. Pria yang menyukai kesedarhanaan. Sama seperti ia yang berusaha menciptakan kebahagiaan untukku dengan hal-hal yang sederhana. Hari ini,tepat 21 tahun kehadirannya di dunia. Aku berterimakasih karena ia telah lahir ke dunia ini. Juga,aku bahagia dapat di pertemukan dengannya. Di mataku,semenyebalkan apapun dia. Tetaplah yang selalu bisa mengubah tangisku menjadi tawa. Se-tidak romantis apapun dia, tetaplah pria manis dengan sejuta rengekan manjanya. Walau kadang pertengkaran mewarnai kebersamaan. Namun, komitmen tetap saling menguatkan. Selamat hari jadi,kaptenku. ...

Ada Aku.

Sayang..aku benci ketika setiap kali kita berada di keadaan yang kikuk ini. Sama sepertimu,akupun ingin menjadi tempatmu berbagi keluh kesah. Melihatmu menyimpan segala kerumitan itu juga membuat hatiku tak tenang. Aku khawatir melihat kekasihku murung sepanjang hari. Aku memang tak bisa menjadi sepertimu yang mampu memperbaiki mood pasanganku sendiri. Tapi setidaknya,aku ingin menjadi rumah keduamu. Rumah yang selalu ada di setiap kau butuh ketenanganmu. Pelukanku mungkin takkan bisa menyelesaikan masalahmu. Rentetan pertanyaanku mungkin semakin membuatmu merasa kesal. Tapi kenyataan hatiku resah melihatmu seperti ini tak bisa ku elakkan. Bagaimana caranya sayang agar kau bisa berbagi beban denganku? bagaimana caranya agar kekasihku yang aneh ini kembali menjadi dirinya lagi? Aku kehabisan akal untuk membujukmu. Lihat aku,sayang. Tatap mataku dan kau kan temukan bahwa masih ada orang yang bersedih ketika kau bersedih. Bahwa masih ada orang yang ingin melihat lengkungan senyu...

Menanti.

Malam semakin memagut gelap. Di arah yang berlawanan kau mencoba menghadirkan senyum lagi di bibirku. Di ujung jalan sana,kau memulai perjalanan panjang menuju satu kota yang akan mempertemukan kita. Begitu pula sebaliknya,dari arah yang berbeda aku datang mengunjungi satu kota yang sama. Sama-sama menjadi tujuan untuk menetap. Sebulan yang lalu,tanpa pamit kau kembali mengunjungi tanah kelahiranmu. Tanpa kabar,kau membiarku mengurus rindu hingga kewalahan. Menciptakan beribu kekesalan setiap kali melihat ponselku tak kunjung juga menampakkan namamu. Tapi malam ini ada yang berbeda. Sejak sore ponselku nyatanya sudah ribut karena pesan darimu. Rasa bahagia mengaliri tubuhku. Hingga aku bingung harus berkata apa. Namamu tertera secara tiba-tiba. Panggilan masuk… “Hai,nona cantik” aku tercekat. Suara ini yang ku rindui sejak sebulan yang lalu. Suara seorang lelaki yang entah sejak kapan mampu membuatku tenang. “Ya?” Tolong jangan tanyakan mengapa hanya dua huruf itu yang...

Keputusanku.

Nafasnya kini teratur. Semburat di wajahnya menampakkan kelelahan yang berkepanjangan. Dengan menggenggam erat bantal yang ada di pelukannya,dia terlihat seperti anak bayi yang tidur dengan damai di pangkuan ibunya. Bedanya kali ini yang memangkunya tidur bukan seorang ibu tetapi aku. Bantal yang tadinya dia tumpuk meninggi di pangkuanku mulai berkurang untuk mengurangi sakit di lehernya. 2 jam yang lalu,laki-laki yang terlelap ini menjemput ku secara paksa. Merengek-rengek untuk meminta waktuku. Dalam pembicaraan kami di telepon,dia mengeluh rindu padaku. Dan kerinduan yang dia miliki menuntut untuk di obati. “Kamu yakin gak mau ngemil apa-apa? Kamu belum makan loh” gumamnya di sela-sela tidurnya. Mungkin dia perlahan-lahan mulai terjaga. “Enggak. Kamu tidur aja dulu. Kasian ini muka jadi kelihatan keriput” jawabku dengan menempelkan ibu jari di wajahnya. Menelusuri setiap inci garis di wajahnya. Tampak perubahan besar antara wajahnya yang terakhir kali ku lihat dengan yang s...

Tahu Diri.

Mencintai dan di cintai adalah hal yang begitu indah. Namun ada sebagian orang yang senang akan di kejar-kejar cintanya. Berharap orang lain bisa menjadi pengemis untuknya. Lalu,ia bangga atas perbuatannya. Ingatlah, perasaan bukan hal yang bisa kau nikmati permainannya. Bukan hal yang dapat kau undang,hanya karena kau ingin dia datang. Bukan hal yang bisa kau lupakan,jika kau bosan menghadapinya. Apa kau pikir hanya perasaanmu saja yang penting? Lalu,bagaimana perasaan ia yang kau permainkan? Tahu dirilah dan coba tempatkan posisimu pada orang yang kau permainkan perasaannya. Bisa saja saat ini kau melihatnya kuat mengejar langkahmu tanpa pernah kau sangkapun,bisa saja ia telah berhenti menyamaimu. Memilih jalan yang lain. Yang mungkin selama ini menawarkannya kebahagiaan,namun ia abaikan. Kau,bisa saja merasa menyesal telah membuatnya melalui semua ini. Sebab,takkan ada lagi kau temukan orang yang sama ketika kau berbalik arah. Dan pada saat itu,kau akan menyadari bahwa...