Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Doa & Harapan Untukmu.

   Dipergantian hari kali ini,aku sengaja memilih tidur larut malam. Karena di hari ini adalah hari spesial untuk seseorang yang sangat berharga untukku. Tepat  pada hari ini pula,dia semakin di tuntut untuk berpikir dewasa. Dan juga di pertambahan umurnya kali ini,dia telah resmi mendapatkan kartu tanda kependudukan dan segala kawan-kawannya.     Selamat ulang tahun untuk laki-laki yang (mungkin) masih menyayangiku. Semoga kamu semakin dewasa dan semakin kuat menjalani harimu di usia yang telah dewasa. Semoga dengan bertambahnya umur ini,hubunganmu dengan Tuhan semakin erat terjaga. Tetaplah menjadi laki-laki yang tegar,yang tetap berpikir positif dengan segala ujian yang ada. Aku sebagai orang yang hanya sebentar singgah di hatimu dan sebagai teman terbaik hanya mampu memanjatkan doa agar apa yang telah kamu adukan kepada Tuhan dapat segera terkabulkan.     Selamat merayakan hari kelahiranmu,teman. Maafkan aku jika pernah mengabaikanmu. Jik...

Keputusanku.

    Hari ini aku mengikuti kelas bimbingan. Kali ini yang memberikan pengarahannya bukan pembimbing laki-laki melain seorang perempuan. Syukurnya,dia tidak membahas bagaimana caranya mendapatkan tujuan hidup yang selama ini sibuk di perbincangkan. Dia datang mengajarkan materi yang sangat menarik untuk di bahas. Materi yang membuka pikiranku secara luas. Materi yang di setiap orang pernah mengalaminya. Materi itu tentang cinta.     Satu setengah jam lebih,pembimbing perempuan itu menceramahiku. Membuka wawasanku sekaligus membuatku merasakan takjub,kagum dan terpukau oleh ceritanya mengenai cinta. Dia bukan hanya membahas hubungan cinta dengan sesama manusia ataupun lawan jenis,tapi dia juga yang mengajarkanku bagaimana caranya mendapatkanmu melalui Tuhanku.     Hingga akhirnya,mulai detik ini aku memutuskan untuk menyimpan rasaku dalam diam. Aku takkan lagi berseru ataupun berterus terang bahwa rasa itu masih ada. Aku juga tak ingin kau tahu...

Berbeda.

    Aku menjatuhkan hatiku padanya. Bukan karena pilihanku,tapi karena cinta memilihnya. Kami berbeda bukan dalam hal pemikiran atau apapun itu. Bukan karena adanya perbedaan itu lantas membuat kami berbeda tujuan ataupun impian untuk bersatu di dalam ikatan yang lebih serius. Ikatan untuk hidup bersama;menjadi teman hidup. Tetapi,banyak orang-orang yang memandang kami sinis. Menganggap bahwa apa yang kami jalani ini hanyalah sia-sia.     Aku tak ingin berbohong pada hati,bahwa kekhawatiran itu akan terjadi. Persisahan yang bukan berasal dari kami;melainkan orangtua kami. Karena memang pada dasarnya,perbedaan yang kami miliki adalah keyakinan. Kami memanggil Tuhan dengan sebutan berbeda. Kami memiliki tempat beribadah yang berbeda. Tapi bukan berarti cinta yang kami miliki berbeda. Cinta kami sama dengan sepasang manusia lainnya. Meski aku tak mengikuti ibadahnya setiap hari minggu,meski dia tak melaksanakan ibadahku lima kali dalam sehari. Kami tetap berpi...

Semoga Bukan Dia.

    Tidak ada yang salah dalam hal jatuh cinta. Karena jatuh cinta adalah perihal mencintai dan dicintai sepenuh hati. Bukan salahnya jika dia jatuh cinta pada dua hati. Karena jika dia di suruh memilih,dia pasti akan memilih mencintai satu orang saja. Dia bimbang menentukan pilihan. Haruskah dia mengabaikan dua hati atau menyakiti salah satunya. Kesalahan terbesarnya adalah dia memilih menunggu seseorang yang membuatnya nyaman dan menahan hati seseorang yang membuatnya tenang.     Banyak orang yang mengatakan harusnya dia memilih laki-laki yang selalu ada bersamanya dalam kondisi apapun. Namun hatinya masih memberontak untuk tetap menanti. Menanti laki-laki yang menghuni ruangan di dalam hatinya. Seandainya waktu bisa di putar,dia tidak ingin bertemu dengan dua orang tersebut. Namun.semua terlanjur terjadi,laki-laki yang setia bersamanya memutuskan untuk pergi. Mungkin laki-laki itu lelah menggantungkan harapan dan memilih hati yang lain untuk menyembuhka...