Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Medan, 28 Desember 2021.

Jika bersama membuatmu semakin terluka, maka semoga pergi ku mampu membuatmu jauh lebih bahagia. . . H -1 montversarry meninggalkan mu.

Hiatus atau Berhenti

Tulisan ini saya dedikasikan untuk seseorang yang sebagian besar kisahnya bersama saya ada dalam blog cerita ini. Yang telah berpulang kepada Sang Pencipta tepat pada hari Kamis, 14 Januari 2021. Yang begitu memberikan arti dalam hidup saya. Tentang kasih sayang yang tulus juga makna cinta dalam versi berbeda. Saya punya banyak obrolan dengannya. Saya punya banyak janji yang terucap untuknya, Hingga akhirnya, Entah itu sebuah kebetulan ataupun tidak, Seluruhnya telah terpenuhi sebelum ia meninggalkan saya dan yang lainnya. Selain itu, kami juga punya banyak kesalahpahaman selama ini Lagi-lagi semua telah terselesaikan tepat sebelum beliau pergi meninggalkan saya dan yang lainnya. Persis seperti judul tulisan blog ini, Beliaupun pada akhirnya mengerti makna dan ditujukan untuk siapa blog ini. Dan kini dia telah pergi, Selamanya.. Meninggalkan duka dan kenangan dihati. Ketidakpercayaanku bahwa dia telah pergi menuju surga lebih dahulu. Ketidaksiapanku mengadapi keadaan dimana separuh hat...

Pergilah

Mungkin aku lupa pada wajah pucat pasi Yang memaksakan dirinya untuk menemui. Mungkin aku lupa pada keadaan lemah yang berusaha ia tutupi. Bagaimana tangan dinginnya menyentuh puncak kepalaku. Bagaimana dia menghadapi gugup dan rasa tak enak badannya disaat bersamaan. Dalam sebuah drama, pernah ku baca bahwa dalam persahabatan antara lawan jenis tidaklah mungkin. Dan untuk menaikkan level hubungan menjadi lebih dalam adalah dengan melangkah lebih dekat dan menyatakan perasaanmu. Itulah yang akhirnya kamu lakukan kepadaku, Tatkala kita sama-sama melihat dan membaca sepenggal kalimat yang di ucapkan di dalam drama. Saat ini sudah kita lalui semuanya. Kue pemberianmu beberapa tahun silam sebagai pertanda bahwa kita bukan lagi sepasang teman, melaikan sepasang kekasih telah membawa ingatanku kembali. Kamu adalah seseorang yang melewati begitu banyak suka dan duka bersamaku. Ketika semesta mengutukku, saat dunia tidak mengizinkanku untuk bahagia, Kamu menjelma menjadi seseorang yang mencipt...

Rusak dan Ikhlas

Pernahkah kau benar-benar meminta maaf padaku? Pernahkah kau merasa bersalah atas maafmu? Benarkah maaf mu tulus padaku, Atau maaf hanya senjatamu untuk membuat semuanya baik-baik saja. Aku tahu, maaf yang belakangan sering kau ucap hanyalah penenang Agar aku tak lagi rewel, Agar aku tak lagi merecokimu, Agar aku tidak menambah bebanmu. Tapi pernahkah kau melihat dengan benar, Mendengar dengan seksama setiap kata yang ku ucap Setiap perasaan yang ku tunjukkan, Setiap marah, kecewa bahkan sakit yang ku rasa Atas sikap dan perbuatanmu? Aku tahu, kita mungkin sudah terlalu rusak untuk diperbaiki. Kita sudah terlalu lelah untuk menjalani. Kita terlalu memaksa untuk menyatui. Patahannya sudah hancur, Menyatukannya sudah menjadi hal yang mustahil. Sudah terlalu banyak luka dan perban disana-sini. Dan ya, aku tahu ini saatnya aku berhenti egois Ini saatnya kita berhenti memaksakan diri. Kau terluka begitu juga aku. Tidak ada bahagia yang kita dapat disini, Apalagi rasa kasih dan sayang Bahkan...