Sepuluh Tahun yang Lalu.
Kita duduk saling berhadapan. Seperti orang asing yang baru saja bertemu beberapa detik yang lalu. Hening. Tidak ada satupun diantara kita yang ingin membuka pembicaraan lebih dahulu. Hanya ada suara riuh canda dan tawa yang terdengar dari pengunjung di sekeliling kita. Sepuluh tahun yang lalu,kita senang mengunjungi tempat ini. mengambil tempat duduk yang dekat dengan colokan listrik agar bisa menyelesaikan tugas kita bersama-sama. Kita akan memesan minum yang sama. Persis seperti yang saat ini sedang terjadi diantara kita. Bedanya,dulu kita tidak pernah sungkan untuk tertawa bersenda gurau. Sekarang,kita memilih bungkam. Mendiamkan segala debar di dalam dada. Sepuluh tahun yang lalu,tepat di hari kelulusan kita. Kau mengajakku untuk bertemu. Dengan sebuah senyum merekah,kau mengatakan akan pindah ke kota impianmu. Yogja. Kota yang penuh ...