Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Rasa Sesal

    Hari begitu tampak membosankan. Matahari yang sedang meninggi ini nampak gila-gilaan memancarkan sinarnya. Mungkin saat ini temperatur udara kota ini sedang merah merona. Dan sialnya,aku terpaksa mendudukkan diri di salah satu tempat makan—tempat nongkrong juga—sebagian anak muda. Menepati janji untuk bertemu dengan salah satu sahabatku. Hanya untuk menemaninya makan siang dan mengobrol. Tidak lebih dari itu. Suasana tempat ini lumayan tenang. Di meja sebelahku,di seberangnya,terlihat ada dua  mahasiswa yang sedang sibuk dengan leptopnya—mengerjakan tugas kuliah. Selebihnya,pengunjung disini lebih memilih di out-door. Mencari udara yang masih sesekali menari-nari lembut pada permukaan kulit mereka—mungkin.     Di dalam ruangan ini,pengunjung di suguhi musik-musik dari penyanyi-penyanyi barat yang sudah sangat sering di putar dimana-mana. Mulai dari yang bernada slow hingga yang bernuansa pop rock. Lemon tea pesananku sudah mantap di suguhi oleh pe...

Sepintas Pikiran..

    Alunan lagu-lagu korea dari berbagai penyanyi dan salah satu boyband favoritku terdengar sendu beradu. Meskipun,tidak hapal liriknya tapi setidaknya aku paham dari setiap makna lagu yang terputar itu. Lagu-lagu cinta berisyaratkan kecewa dan patah hati mengambil alih suasana malam yang dingin ini. Hujan sedang menyirami bumi di kotaku. Dan aku lebih memilih meringkuk di tempat tidurku ditemani dengan boneka-boneka yang sudah sejak dari beberapa tahun yang lalu menghuni kamarku.     Jangan salah paham dulu,boneka-boneka itu bukan pemberian dari mantan kekasihku melainkan teman-temanku. Ah..jangan lupakan juga satu boneka dengan warna pink soft yang di hadiahkan oleh seorang pria dingin itu. Kami tidak punya hubungan spesial. Hanya teman. Ya,setidaknya itulah makna kehadiranku di matanya. Mungkin kalian juga sudah paham siapa pria yang aku maksud. Cerita-ceritaku yang selama ini kalian nikmati selalu berisikan tentang dia. Walaupun ada beberapa bertema b...

Semalaman.

    Setelah hampir satu malaman berpikir dengan keras hingga lingkar mata panda terlihat dengan jelas,akhirnya aku menyadari semuanya. Segalanya. Jujur saja,hatiku jelas terasa remuk setelah mengetahui rencananya tahun ini. Tidak ada namaku. Itu artinya di tahun ini dia tidak berencana memikirkanku. Aku menggerutu hebat lebih tepatnya memakinya dalam-dalam. Bagaimana dia bisa jadi seperti ini? Dan bagaimana mungkin aku sebodoh ini? Baiklah,aku mengaku salah. Aku telah kalah;sejak awal.     Ku pikir aku telah mencintainya dengan kesabaran dan pengertian yang tanpa batas;mungkin. Jauh di telusuri lebih dalam aku hanya melakukan hal yang sama. Hanya bisa berubah sedikit saja. Mengira bahwa aku telah mengorbankan perasaanku hanya untuk egonya untuk sukses adalah suatu kebanggaan dalam hidupku. Setidaknya,aku tidak egois dalam hal ini. Aku tidak ingin menjadi wanita penuntut karena aku sadar,dia bukan milikku. Bukan siapa-siapa baginya. Tapi aku merasa ditampar...

Tanya Tanpa Jawaban.

    Keputus-asa-an adalah masalah yang belakangan ini menghujam pikiranku. Aku takut pada detik-detik itu. Berulang kali,rasa menyerah menggempur habis kesabaranku. Aku merindukannya. Aku tahu bahwa mustahil dia juga merasakannya. Sejak dulu,banyak hal yang ingin ku tanyakan padanya. Tapi aku sadar bahwa semua pertanyaan itu hanya bisa ku jawab dengan senyum getir. Semua orang juga tahu bahwa sebenarnya aku patut di kasihani. Sebab aku mencintai laki-laki yang tidak mau mempertahankan aku. Sebab aku menunggu laki-laki yang tidak ingin perduli seberapa besar rasaku.     Aku ingin menangis. Tapi air mataku selalu lebih dulu membeku sebelum tumpah membanjiri pipiku. Hatiku sudah berkali-kali di latih untuk di sakiti,tapi mengapa jika sudah tentang dia semuanya terasa percuma? Aku kuat. Aku bisa. Adalah dua suku kata yang selalu ku teriakkan setiap aku merasa akan goyah. Mungkin memang sudah seharusnya dinding rasaku runtuh. Bagaimanapun aku bertahan,semua akan...

Pertengkaran.

    Membicarakan soal cinta memang tidak akan pernah ada habisnya. Apalagi jika sudah berbicara tentang pertengkaran antara sepasang kekasih. Ada yang akan saling berdiam-diaman ataupun yang saling berteriak meluapkan kekesalannya. Umumnya yang mereka permasalahkan adalah tentang hal-hal sepele seperti telat datang menjemput atau bahkan sekedar telat balas sms/bbm/line dan segala perkakas-perkakasnya. Namun, ada juga pertengkaran yang disebabkan karena hal yang fatal,misalnya perselingkuhan yang dapat menyebabkan kandasnya suatu hubungan. Padahal di dalam hubungan hanya perlu melakukan kerja sama yang baik antar pasangan.     Pertengkaran sebenarnya adalah bumbu-bumbu penyedap dari sebuah hubungan yang nantinya akan membuat pasangan ini menjadi lebih romantis. Selain itu juga pertengkaran adalah sebuah proses untuk membuat diri sendiri menjadi lebih dewasa. Karena pertengkaran mengajarkan kepada kita untuk mengenal karakter masing-masing pasangan,mengalah ...