Rasa Sesal
Hari begitu tampak membosankan. Matahari yang sedang meninggi ini nampak gila-gilaan memancarkan sinarnya. Mungkin saat ini temperatur udara kota ini sedang merah merona. Dan sialnya,aku terpaksa mendudukkan diri di salah satu tempat makan—tempat nongkrong juga—sebagian anak muda. Menepati janji untuk bertemu dengan salah satu sahabatku. Hanya untuk menemaninya makan siang dan mengobrol. Tidak lebih dari itu. Suasana tempat ini lumayan tenang. Di meja sebelahku,di seberangnya,terlihat ada dua mahasiswa yang sedang sibuk dengan leptopnya—mengerjakan tugas kuliah. Selebihnya,pengunjung disini lebih memilih di out-door. Mencari udara yang masih sesekali menari-nari lembut pada permukaan kulit mereka—mungkin. Di dalam ruangan ini,pengunjung di suguhi musik-musik dari penyanyi-penyanyi barat yang sudah sangat sering di putar dimana-mana. Mulai dari yang bernada slow hingga yang bernuansa pop rock. Lemon tea pesananku sudah mantap di suguhi oleh pe...