Cerita Akhir

               Aku tak pernah habis fikir bagaimana bisa aku sekuat ini menghadapimu. Rela perasaannya terluka demi seseorang ku panggil;sayang. Lelah? Tentu saja! Tapi nyatanya aku bertahan sampai saat ini. Sosokmu masih dapat ku lihat namun sangat sulit untuk ku genggam. Entah karena apa atau mungkin karena siapa perasaan dan hatimu bisa se-beku ini terhadapku. Tak ada lagi perhatian. Tak ada lagi kemesraan. Tak ada lagi sosokmu yang peduli kepadaku.
               Lalu kamu menganggap apa diriku saat ini? Patung? Aku rasa iya. Kamu sangat asik tertawa dengan wanita lain juga dengan teman-temanmu sedangkan aku berlari mencari bahu yang mau menampung air mataku. Keluh kesahku tentang dirimu. Ini aneh bukan? Bagaimana bisa aku menangisi sosokmu? Apakah tak pernah terlintas di pikiranmu bagaimana perasaanku? Aku tak pernah memaksa mu menjadi sosok lain. Aku hanya memintamu menjadi sosok yang pertama kali ku kenal. Sosok yang dahulu berhasil membuatku jatuh cinta. Sosok yang mampu membuatku lupa bahwa aku pernah terluka. Sedangkan selebihnya? Aku hanya inginkan yang terbaik untukmu dan kehidupanmu. Tapi terkadang kamu tak mau mengerti. Kamu memilih mengabaikanku dan melanggar semua hal yang ku larang. Kamu telah berubah sayang. Saat ini bahkan kamu seolah enggan memanggil kata ‘sayang’ kepadaku lagi. Jadi maafkan aku jika hatiku hanya mampu bertahan dan berjuang sampai disini.
               Terimakasih untuk segala kebersamaan kita. Maaf karena aku pernah membuatmu marah,kecewa dan sakit hati. Detik ini,aku tak izinkan kamu menyakitiku lebih dalam lagi. Karena aku telah berhenti mencintaimu. Terimakasih karena sudah mengizinkan ku lepas dari genggamanmu.


Semoga hati yang lain nanti lebih mampu menghadapi sikapmu ini:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Kilas balik