Keputusanku.

    Hari ini aku mengikuti kelas bimbingan. Kali ini yang memberikan pengarahannya bukan pembimbing laki-laki melain seorang perempuan. Syukurnya,dia tidak membahas bagaimana caranya mendapatkan tujuan hidup yang selama ini sibuk di perbincangkan. Dia datang mengajarkan materi yang sangat menarik untuk di bahas. Materi yang membuka pikiranku secara luas. Materi yang di setiap orang pernah mengalaminya. Materi itu tentang cinta.
    Satu setengah jam lebih,pembimbing perempuan itu menceramahiku. Membuka wawasanku sekaligus membuatku merasakan takjub,kagum dan terpukau oleh ceritanya mengenai cinta. Dia bukan hanya membahas hubungan cinta dengan sesama manusia ataupun lawan jenis,tapi dia juga yang mengajarkanku bagaimana caranya mendapatkanmu melalui Tuhanku.
    Hingga akhirnya,mulai detik ini aku memutuskan untuk menyimpan rasaku dalam diam. Aku takkan lagi berseru ataupun berterus terang bahwa rasa itu masih ada. Aku juga tak ingin kau tahu bahwa hati ini masih menunggumu. Karena aku hanya ingin menggantungkan harapanku pada Tuhanku. Menggantungkan keinginanku menjadikanmu teman hidupku kelak melalui doa-doa yang ku ucapkan kepada Tuhanku. Menyelipkan namamu,agar Dia mau menjadikanmu sebagai pilihan terakhirku. Karena aku tak lagi berharap kau menyandang status sebagai kekasihku yang haram. Karena kelak aku ingin kau jadikanku sebagai kekasihmu yang halal. Yang di restui Tuhanku. Yang pada akhirnya menjadi bagian tulang rusukmu. Semoga saja yang Dia jodohkan kepadaku adalah kamu. Karena dalam sudut pandangku,kau adalah imam yang sempurna untukku. Imam yang mampu membimbingku untuk lebih dekat kepada-Nya.
    Jadi,mari kita melangkah mengejar kesuksesan. Dan biarkan cinta menjalankan tugasnya. Kalaupun nantinya,kau bukanlah yang di persiapkan oleh Tuhan,aku rela. Aku ikhlas. Karena mungkin kebahagian kita takkan tercipta jika kita bersama,melainkan ketika kita berpisah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik