Berpikirlah Kembali.

    Aku masih senang membaca semua pesan singkat darimu. Semua memo-memo yang sengaja ku tulis dengan banyaknya kata-kata manis darimu. Semua chattingan kita di messanger masih ku miliki dan kurawat dengan teliti. Karena bagiku,hanya dengan membaca semua kata-kata yang pernah kau tulis untukku adalah cara mengurangi rindu yang semakin lekat. Menemaniku di kala aku sangat membutuhkan hadirmu walau yang ku dapatkan hanya puing kenangan saat semuanya kembali.
    Yang kau tuliskan untukku bukanlah rayuan  ataupun pujian. Walau hanya sebaris kalimat mengejek akan tetapi,untukku kalimat itu terlihat romantis. Dulu kau pernah berpura-pura mengatakan cinta. Padahal sesungguhnya saat itu kau khawatir dengan rasa yang ku miliki tak sama denganmu. Kau memang orang yang pandai menutupi kelemahanmu,tapi aku bukanlah orang yang bisa mudah kau tipu. Dalam wajahmu,kau tersenyum. Tapi aku bisa melihat,di kelopak matamu kau bersedih. Jadi jangan pernah ragukan perasaanku yang tumbuh untukmu. Aku mungkin sering mengucap cinta dan sayang pada lelaki lain. Tapi percayalah,ketulusanku tak bisa kau ukur jika itu menyangkut tentang hatiku untukmu.
    Seandainya kau tahu,tuan. Hingga detik ini ruangan di hatiku yang berpenghunikan namamu belum ada yang sanggup membelinya. Menggantikannya. Bukan karena aku tak bisa. Melainkan aku tak mampu. Karena aku menyadari satu hal,tuan. Ketika sayapku berkali-kali di patahkan,pada akhirnya rasaku tetap akan berpulang kepadamu. Walau hanya berbekal kebersamaan kita selama 389 hari. Hal itu takkan mematahkan rasaku padamu. Jadi,masihkah kamu merasa enggan kembali? Jika hatiku ini selalu menantimu disini. Masihkan kamu tak ingin berikan kepastian? Jika rasa ini selalu mempertahankanmu mati-matian. Ku sarankan,sebaiknya kamu berpikir-pikir kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik