Lelah.

          Semua orang bertanya-tanya mengapa bisa segila ini aku bertahan untukmu. Sebagian dari mereka merasa salut dengan perjuanganku. Sebagian lagi menatap sedih melihatku berusaha terlalu keras menyentuh hatimu. Aku punya alasan kuat. Aku punya janji yang berusaha ku tepati ketika hati ini memilihmu. Dan satupun dari mereka tak memahami hal ini.
          Kamu punya hak menolak. Begitupun diriku yang juga punya hak untuk mencintai. Tapi cinta tahu sejauh mana batasannya dalam memaklumi. Cinta tahu sejauh mana ia harus bertahan menunggu untuk di miliki. Semua orang takkan ingin ada di posisi ini. Posisi dimana kau harus bisa melepaskan segala harap yang kau jaga. Dimana seluruh rindu harus kau bunuh untuk selamanya. Padahal disisi lain kau sudah terlalu jatuh pada pesonanya. Sudah terlalu sulit menahan jeritan di hati yang tak rela untuk di akhiri.
          Kehidupan tetap harus berjalan. Begitupun aku. Tak mungkin aku melangkah bersama rasa takut di setiap detikmu yang jauh. Bersama rasa khawatir dengan tempatku yang berada di ujung jurang hatimu. Kedekatan ini begitu terasa bagiku tapi,disisi lain kapanpun kita dapat berjauhan jika salah satu diantara kita tak lagi ingin. Jika saja kau mampu membuatku kokoh di hatimu. Jika saja kau membunuh habis segala hama dalam gundahku mungkin aku bisa lebih kuat bertahan.
          Aku selalu berpikir,jalan menuju hatimu begitu sulit di tempuh. Tapi aku tahu,aku di perbolehkan untuk beristirahat jika lelah. Namun,entah alasan apa yang membuatku malah berpikir jalan ini seperti tak pernah ada ujungnya. Oleh sebab itu,sekarang aku memilih berhenti berjalan menuju hatimu. Aku merubah haluan.

Aku mungkin pengecut,karena tak bisa menaklukkan hatimu. Aku mungkin terlalu bodoh karena aku memperjuangkan hatimu hingga selama ini. Tolong maafkan aku yang membuatmu terlalu bangga telah mengutak atik perasaanku. Maafkan aku karena membuatmu berpikir bahwa selamanya aku akan berlari ke arahmu. Hingga kau tak perlu cemas membuatku tertatih-tatih. Kini,aku akan mencoba mengkoreksi segala salahku lewat kisah kita. Mungkin sedikit lebih lama prosesnya,tapi aku yakin aku bisa melaluinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik