Teman,Begitu Aku Memanggilmu.

          Teman,begitu aku memanggilmu. Kamu yang beberapa bulan lalu adalah orang asing yang memasuki duniaku. Kita mulai semuanya dari selembar kertas yang kau beri. Lalu perlahan-lahan menjadi sebuah percakapan yang mulai melebar. Kemudian,semuanya berubah. Baik itu hubungan kita atau mungkin perasaan kita.
          Teman,begitu aku memanggilmu. Disaat orang-orang menggoda kita untuk menyatukan hati,kita hanya mampu menanggapinya dengan sebuah senyum. Mengamini di dalam hati tanpa pernah mau mencoba untuk melangkah memberanikan diri untuk menyatakan maksud hati.
          Teman,begitu aku memanggilmu. Ketika kita menghabiskan waktu di sabtu malam dengan saling menyapa lewat suara di ujung telpon. Atau berbicara sepanjang jalan tentang hobimu,kesukaanmu,keluargamu,pandangan hidupmu bahkan kisah cintamu saat sepeda motormu melaju ke arah rumahku. Menghabiskan waktu untuk saling mengirim pesan ketika libur panjang datang,kemudian kau kan menghujaniku dengan kalimat “Sudah lama ya tidak melihat wajahmu”. Menyapa pagiku dengan panggilan khusus yang tertuju hanya untukku.
          Teman,begitu aku memanggilmu. Dengan segala kejadian-kejadian yang telah kita lalui. Juga,atas segala perhatian-perhatian yang berusaha kita tutup-tutupi.

          Teman,begitu aku memanggilmu. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di ujung jalan sana. Bisa saja,aku mungkin di datangi oleh seseorang yang baru atau mungkin kamu yang tiba-tiba punya rasa tertarik pada yang lain. Atau mungkin kita mulai memberanikan diri untuk saling mengakui segala rasa yang tercipta di dalam dada. Ku harap,apapun itu,nantinya berakhir baik. Sebab kita juga memulainya dengan baik-baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik