Pergilah
Mungkin aku lupa pada wajah pucat pasi
Yang memaksakan dirinya untuk menemui.
Mungkin aku lupa pada keadaan lemah yang berusaha ia tutupi.
Bagaimana tangan dinginnya menyentuh puncak kepalaku.
Bagaimana dia menghadapi gugup dan rasa tak enak badannya disaat bersamaan.
Dalam sebuah drama, pernah ku baca bahwa dalam persahabatan antara lawan jenis tidaklah mungkin.
Dan untuk menaikkan level hubungan menjadi lebih dalam adalah dengan melangkah lebih dekat dan menyatakan perasaanmu.
Itulah yang akhirnya kamu lakukan kepadaku,
Tatkala kita sama-sama melihat dan membaca sepenggal kalimat yang di ucapkan di dalam drama.
Saat ini sudah kita lalui semuanya.
Kue pemberianmu beberapa tahun silam sebagai pertanda bahwa kita bukan lagi sepasang teman, melaikan sepasang kekasih telah membawa ingatanku kembali.
Kamu adalah seseorang yang melewati begitu banyak suka dan duka bersamaku.
Ketika semesta mengutukku, saat dunia tidak mengizinkanku untuk bahagia,
Kamu menjelma menjadi seseorang yang menciptakan tawaku di derasnya tangis-tangisku.
Kamu yang memberikan bahkan mengusahakan banyak hal yang bisa membuatku bahagia dengan caramu yang sederhana.
Saat pertama kali kau menggenggam tanganku,
Saat pertama kali kau terpaku melihat tangisku
Saat pertama kali kau menjadi yang paling depan untuk melindungiku
Serta saat sekarang aku sadar jika aku perempuan paling bodoh yang menyakitimu terus-terusan.
Maaf untuk semua kejahatan yang ku lakukan kepadamu.
Aku tak pantas mendapatkan ketulusanmu
Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari aku.
Pergilah..
Karena lagi-lagi aku sadar telah melakukan kesalahan yang sama
Persis bagaimana akhirnya aku menyakiti yang sudah-sudah
Hanya karena tak bisa meninggalkan seseorang yang perasaannya untukku masih lah lemah
Ini karmaku,
Dan aku akan menjalaninya sekali lagi.
Komentar