Rusak dan Ikhlas
Pernahkah kau benar-benar meminta maaf padaku?
Pernahkah kau merasa bersalah atas maafmu?
Benarkah maaf mu tulus padaku,
Atau maaf hanya senjatamu untuk membuat semuanya baik-baik saja.
Aku tahu, maaf yang belakangan sering kau ucap hanyalah penenang
Agar aku tak lagi rewel,
Agar aku tak lagi merecokimu,
Agar aku tidak menambah bebanmu.
Tapi pernahkah kau melihat dengan benar,
Mendengar dengan seksama setiap kata yang ku ucap
Setiap perasaan yang ku tunjukkan,
Setiap marah, kecewa bahkan sakit yang ku rasa
Atas sikap dan perbuatanmu?
Aku tahu, kita mungkin sudah terlalu rusak untuk diperbaiki.
Kita sudah terlalu lelah untuk menjalani.
Kita terlalu memaksa untuk menyatui.
Patahannya sudah hancur,
Menyatukannya sudah menjadi hal yang mustahil.
Sudah terlalu banyak luka dan perban disana-sini.
Dan ya, aku tahu ini saatnya aku berhenti egois
Ini saatnya kita berhenti memaksakan diri.
Kau terluka begitu juga aku.
Tidak ada bahagia yang kita dapat disini,
Apalagi rasa kasih dan sayang
Bahkan cinta sudah meluap entah kemana.
Mari berhenti saling menyakiti
Mari berhenti berpura-pura lagi
Mari berhenti memaksakan hati
Temuilah bahagia yang lain,
Kejarlah impianmu dan hapuskan aku yang dulu pernah kau masukkan ke dalamnya.
Dengan begitu, belenggu yang kau pikul kini bisa kau lepaskan.
Dan segala rasa yang ku punya untukmu akan ku kubur dalam-dalam,
Komentar