Senja yang menyakitkan
Hari ini aku bermain dengan senja.
Senja kali ini datang dengan membawa rupamu
Rupa yang membuat aku jatuh cinta
Tepat pada senyum tipismu malam itu
Senja membawa kembali kenangan bersamamu
Bagaimana dulu kau dan aku berusaha menutupi rasa
Bagaimana dulu kita berjalan pelan-pelan setelah hari-hari ku yang patah
Senja membuat aku tak bisa menahan air mata
Kala ku lihat kita begitu bahagia
Melewati angin malam, ombak yang hancur di tabrak karang
Sempurna..
Begitulah aku mendefenisikannya.
Impianku yang kala itu harus ku redam,
Satu persatu kau wujudkan
Jauh sebelum senja akhirnya menamparku pada kenyataan
Kau tidak lagi sama.
Kau tidak lagi bahagia.
Kau tidak lagi cinta.
Pada aku yang selalu membersamaimu
Sejak awal bahkan akhir
Dalam sedetik, kau meruntuhkan duniaku
Dalam sedetik, kau bunuh segala harap
Dalam sedetik, kau jatuhkan aku ke dasar jurang
Mengapa semuanya harus terasa manis di awal namun pahit di akhir?
Mengapa kamu berperan seperti yang sudah-sudah singgah?
Mengapa setelah aku bersungguh-sungguh, kamu malah bertingkah?
Hingga aku sampai dititik dimana aku tak lagi bisa merasa,
Apakah ini cinta ataukah ini derita
Kisah dongengku,
Yang ku rangkai dengan sedemikian rupa
Harus buyar karena kau tak lagi bersedia
Menemaniku dalam duka dan bahagia.
Komentar