Numpang Lewat
Hai kamu,
Yang pernah begitu dekat denganku
Yang pernah bertemu ibu dan ayah mu
Yang pernah di gadang-gadang akan menjadi calonmu
Siapa yang sangka jika pesta keluarga yang ku datangi kemarin adalah pesta terakhir?
Siapa yang sangka jika saat itulah terakhir kalinya ibumu tersenyum padaku
Masih ku ingat betul bagaimana beliau mengelus pundakku
Masih terpatri bagaimana respon baik dari keluarga besarmu terhadapku
Dan masih ku simpan dengan rapi dalam ingatanku, bagaimana senyum mu merekah sambil menatapku
Indah...
Ku kira begitulah akhirnya.
Sampai hari dimana ku tau jika ada yang mendahuluiku dalam merebut hatimu.
Ku kira kau akan menjadikan ku sebagai rumah,
Tapi ternyata kau mengizinkan orang lain yang tinggal disudut hatimu.
Bagaimana aku bisa ditipu oleh cintamu yang palsu?
Bagaimana kau tega membiarkan ku berjalan sejauh ini jika akhirnya kau paksa aku untuk pergi?
Apa karena dia lebih dariku?
Apa kamu begitu buta akan tampilan?
Patah,
Aku patah sepatah-patahnya
Tapi apa daya?
Di depanmu aku harus tampak baik-baik saja
Tidak ada kata pisah yang terucap,
Tapi kala itu aku paham kau sudah mengusaikan semuanya
Termasuk harapan kita untuk bisa bersama.
Komentar