Yang mencintaimu;aku.

            Ku pautkan rindu dengan penuh harap dapat bertemu,meski yang selalu ku dapat hanya perasaan yang semu. Tidak pernah sedikitpun aku merasa lelah mencintaimu,walau hadirku kau abaikan. Perhatianku kau sia-siakan. Tak dapat ku pungkiri jua jika hati ini senang berkelana kemanapun,namun kau tetaplah menjadi tujuanku;untuk pulang. Tempatku menikmati kenangan yang datang. Kenangan yang berisikan tentang kita.
            Begitu membekas,begitu bermakna,walau kadang menyesakkan dada.
 Perpisahan..
Melepaskan..
Perihal kenyataan yang sangat sulit untuk ku terima. Hal yang tak pernah ku harapkan menjadi nyata. Saat cinta yang sejak dulu ku jaga dan kurawat dengan ketulusan tak lagi bermakna untukmu. Saat dulu kita sama-sama merasakan jatuh cinta. Saat dulu kita sama-sama mengekspresikan perasaan yang ada. Saat dulu kita yang tak bisa memungkiri bahwa hatiku dan hatimu telah terajut dengan sempurna. Namun,bagimu sekarang semuanya telah berubah. Makna cinta yang kau agungkan di hadapanku hanyalah sebuah kebohongan belaka. Tindakan yang tunjukkan kepadaku adalah kepalsuan semata. Karena cinta yang kau punya tak lagi sama. Tak lagi sempurna. Cinta yang kau punya telah layu dan hampir gugur karena pengabaian.
Dengan bodohnya memang,aku masih mengharapkanmu. Tanpa pernah berpikir bahwa seiring dengan berjalannya waktu,pikiran manusiapun bisa berubah. Aku terlalu percaya jika kamu setia pada cinta yang kita rasa. Terlalu percaya bahwa kamu mampu menjaga perasaan yang ada walau jarak dan waktu tak sedang berpihak pada kita.
Dan kini,karenamu. Semua impian masa depanku bersamamu atau mungkin (lebih tepatnya) impian yang dulu kita rancang dengan sempurna hanyalah angan-angan yang takkan bisa nyata. Karena kamu,yang tak sanggup melawan jarak dan waktu.
Andai kamu tahu,meskipun sebenarnya mencintaimu sangat terasa sakit,aku tidak pernah sekalipun berpikir untuk menyerah. Meski aku harus berjuang sendirian melawan sakitnya merindukanmu sendirian. Hanya sendiri,tanpa kamu;yang sibuk mengejar kesuksesan. Kamu yang lupa,jika disini masih ada yang menanti dengan setia. Masih ada yang butuh perhatianmu,walau hanya secuil. Perhatianmu yang selalu kau bagi pada beberapa wanita.
Aku. Aku yang mungkin selama ini, kamu jadikan salah satunya dan kamu yang selama ini,ku jadikan sebagai satu-satunya.






Pria tinggi berkacamata yang mencintaimu selama ini adalah;aku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik