Bodoh
Saya
tidak tahu jenis cinta apa yang saya punya untuk kamu. Cinta yang saya punya
tak bisa di bilang cinta diam-diam, juga tak bisa di bilang akibat dari harapan
palsu. Meski sampai detik ini saya dan kamu tidak memiliki status yang jelas.
Kisah yang kita lakoni terjalin begitu saja. Terjadi dengan kemurnian yang ada.
Tanpa dibuat-buat ataupun main-main. Perasaan yang kita libatkan benar-benar
ada dan nyata. Bukan kepura-puraan semata.
Selama
ini,semua orang hanya tahu bahwa kita hanya berteman baik;tidak lebih. Tapi
yang saya rasa,yang saya lihat,kita memiliki jenis hubungan yang bukan hanya
sekedar teman. Bukan. Kita terjebak dengan hubungan yang slama ini orang
menyebutnya ‘Friendzone’.
Di setiap perbincangan
kita melalui telepon,kamu tak pernah sungkan mengatakan ‘aku cinta kamu’ atau
‘aku kangen kamu’. Tak jarang jua,ketika kita bertemu kamu memperlakukan saya
dengan mesra dan memanggil saya ‘sayang’. Dan saya benar-benar merasakan
ketulusan dari setiap kalimat yang kamu nyatakan kepada saya. Tidak ada nada
bohong ataupun nada canda yang saya temukan dari setiap kalimat yang kamu ucap.
Saya
mengenal kamu bukan sejam atau sedetik yang lalu,sayang. Saya mengenal kamu
sudah cukup lama dan saya sangat yakin jika cinta yang saya jaga juga
terbalaskan. Hanya waktu. Hanya perkara waktu kita tak bisa bersama. Hanya
harus berjuang melawan waktu.
Saya benar-benar tidak
peduli dengan pendapat orang,sayang. Cinta yang saya yakini ini pasti akan
bertemu dengan status yang lebih jelas. Lebih pas dan pantas. Karena tidak ada
perjuangan yang sia-sia bukan? Ketulusan yang saya punya dan saya libatkan
pasti bisa menyentuh ruang di sudut hatimu. Pasti mempunyai tempat khusus
disana. Pasti terbaca di dalam pikiranmu. Saya tahu itu. Walau saat ini kita
memilih untuk saling diam dan belum ingin mengungkapkan. Saya tahu jauh di
lubuk hatimu,kamu juga melakukan hal yang sama dengan saya;menunggu. Menunggu
waktu berpihak pada kita. Kita yang memilih jalan yang berbeda namun tak pernah
memutuskan untuk benar-benar berpisah. Masih terpaut. Masih terajut. Masih
terikat dengan kuat.
Inilah cinta
yang paling bodoh,yang saya punya.
Karena kamu
dan untuk kamu.
Komentar