Sebersit Keraguan
Ada yang tak beres di dadaku sayang.
Ada yang tak tenang disana. Sepertinya ada rasa ragu dalam diriku.
Bukan.
Bukan karena
aku ragu tak mencintaimu.
Akan
tetapi,ada keraguan yang cukup hebat hingga mengganggu kerja otakku mengenai
keputusanku untuk jatuh cinta kepadamu dengan sangat. Mungkin,ini efek dari
masa lalu ku. Atau bisa jadi karena akhir-akhir ini merasakan perubahan tingkah
lakumu.
Dahulu,aku menseriusi seseorang yang
katanya menjalani hubungan yang serius denganku. Dahulu,aku mencoba setia
kepada orang yang katanya setia kepadaku. Tapi,dia mengingkarinya.
Mengkhianatinya. Hal ini yang mengingatkankan ku kepadanya saat kau
menyebut-nyebut kata serius. Saat kau dengan lantangnya menyatakan akan setia.
Jika kau berfikir dengan berjanji,aku akan percaya padamu. Makanya pernyataan
itu salah. Karena aku tak butuh janji. Aku tak menilai setia dan serius itu
dengan ucapan yang keluar dari mulut manismu. Karena pada dasarnya,lidah yang
tak bertulang itu pasti akan tega mengucapkan kebohongan kepada siapapun itu.
Jadi,dengarkan aku,sayang. Jika
memang kamu adalah salah satu lelaki tulus yang setia dari beribu banyak lelaki
di dunia ini,maka buktikanlah. Tunjukkan padaku bahwa pendapat orang di luar
sana tentangmu adalah salah. Aku tak menyalahkan masa lalumu yang di kelilingi
banyak wanita. Bagiku,setiap orang pasti akan berubah. Setiap orang berhak
mendapatkan kesempatan ke dua;termasuk kamu. Ku mohon,yakin kan aku untuk
mempercayaimu sepenuhnya bukan seperlunya;seperti saat ini. Hapuskan rasa raguku
terhadapmu. Dan tunjukkan pada mereka bahwa saat ini kau tidak sedang membual.
Komentar