Sepintas Pikiran..
Alunan lagu-lagu korea dari berbagai penyanyi dan salah satu boyband favoritku terdengar sendu beradu. Meskipun,tidak hapal liriknya tapi setidaknya aku paham dari setiap makna lagu yang terputar itu. Lagu-lagu cinta berisyaratkan kecewa dan patah hati mengambil alih suasana malam yang dingin ini. Hujan sedang menyirami bumi di kotaku. Dan aku lebih memilih meringkuk di tempat tidurku ditemani dengan boneka-boneka yang sudah sejak dari beberapa tahun yang lalu menghuni kamarku.
Jangan salah paham dulu,boneka-boneka itu bukan pemberian dari mantan kekasihku melainkan teman-temanku. Ah..jangan lupakan juga satu boneka dengan warna pink soft yang di hadiahkan oleh seorang pria dingin itu. Kami tidak punya hubungan spesial. Hanya teman. Ya,setidaknya itulah makna kehadiranku di matanya. Mungkin kalian juga sudah paham siapa pria yang aku maksud. Cerita-ceritaku yang selama ini kalian nikmati selalu berisikan tentang dia. Walaupun ada beberapa bertema beda. Kalian mungkin merasa muak ataupun bahkan bosan membahasnya,apalagi dengan diriku sendiri. Terkadang,aku benar-benar mengutuk diriku yang tidak pernah berhenti membicarakan pria itu.
Sudahlah,memang sulit jika cinta sudah menjatuhkan pilihannya. Walau alasan untuk tidak bertahan semakin kuat. Walau argumen untuk tetap menjaganya semakin hilang. Namun lambat laun cinta juga akan paham,hati juga akan mengerti rasanya mencintai seseorang dengan suka rela. Tanpa mengharap dibalas ataupun menuntut untuk memiliki. Bagaimanapun juga,di balik luka selalu ada pengobat yang paling ampuh untuk menyembuhkan. Karena cinta juga bisa kelelahan jika di pikul oleh satu orang. Juga akan bisa mati jika tidak di sirami kasih sayang. Dan pada saat cinta itu akhirnya memilih mati,maka akan muncul harapan baru untuk yang lebih baik lagi.
Jangan salah paham dulu,boneka-boneka itu bukan pemberian dari mantan kekasihku melainkan teman-temanku. Ah..jangan lupakan juga satu boneka dengan warna pink soft yang di hadiahkan oleh seorang pria dingin itu. Kami tidak punya hubungan spesial. Hanya teman. Ya,setidaknya itulah makna kehadiranku di matanya. Mungkin kalian juga sudah paham siapa pria yang aku maksud. Cerita-ceritaku yang selama ini kalian nikmati selalu berisikan tentang dia. Walaupun ada beberapa bertema beda. Kalian mungkin merasa muak ataupun bahkan bosan membahasnya,apalagi dengan diriku sendiri. Terkadang,aku benar-benar mengutuk diriku yang tidak pernah berhenti membicarakan pria itu.
Sudahlah,memang sulit jika cinta sudah menjatuhkan pilihannya. Walau alasan untuk tidak bertahan semakin kuat. Walau argumen untuk tetap menjaganya semakin hilang. Namun lambat laun cinta juga akan paham,hati juga akan mengerti rasanya mencintai seseorang dengan suka rela. Tanpa mengharap dibalas ataupun menuntut untuk memiliki. Bagaimanapun juga,di balik luka selalu ada pengobat yang paling ampuh untuk menyembuhkan. Karena cinta juga bisa kelelahan jika di pikul oleh satu orang. Juga akan bisa mati jika tidak di sirami kasih sayang. Dan pada saat cinta itu akhirnya memilih mati,maka akan muncul harapan baru untuk yang lebih baik lagi.
Komentar