Terimakasih,kamu.
Aku masih ingat masa-masa menyulitkan itu. Saat dimana
hatiku merasakan betapa kecewanya di sia-siakan oleh seseorang yang kini melabelkan
dirinya sebagai masa lalu. Pelan-pelan aku menarik nafas. Mencoba merelakan
segalanya yang telah kandas. Dan saat itu,entah darimana kau menjadi seseorang
yang menyediakan bahu untuk tempatku meratapi segalanya. Kehadiranmu justru menjadi begitu sangat bermakna.
Kini,semuanya telah berubah total. Masa-masa menyeramkan itu hilang setelah kau menyemangatiku kembali. Hari-hariku tak lagi gelap gulita. Sebab ada kamu di sampingku. Ada kamu yang meskipun lebih sering menghilang sesuka hati namun tetap berusaha ada di setiap aku membutuhkanmu. Dan,perubahan yang paling terlihat adalah ketika detik ini aku tak lagi memanggilmu teman. Ya,sekitar beberapa waktu lalu,kau dan aku sepakat merelakan masa lalu dan menyatukan hati. Memanggil diri menjadi kita.
Terimakasih untuk semuanya,kasih…
Terimakasih sudah bersedia untuk selalu ada di saat aku membutuhkanmu…Terimakasih karena sudah mau bersabar diri menghadapi tingkahku...
Terimakasih sudah mau menjadi partner diskusi dan beradu argumen…
Terimakasih sudah bersedia untuk selalu ada di saat aku membutuhkanmu…Terimakasih karena sudah mau bersabar diri menghadapi tingkahku...
Terimakasih sudah mau menjadi partner diskusi dan beradu argumen…
Dan juga,terimakasih untuk segala hal yang tak bisa ku
sebutkan satu persatu…
Semoga apa yang kita yakini di dalam hati akan tetap terus
terjaga. Sebab karenamu,aku berhenti mematahkan hati. Dan bersamamu,aku
berhenti untuk bermain-main lagi.

Komentar