Sebisaku

            Selalu ada rasa bimbang saat hati menetapkan pilihan untuk menunggu sosoknya. Selalu ada rasa tak rela jika harus menghentikan segala usaha. Seperti aku. Aku yang tak pernah ingin berharap terlalu banyak dalam menjalani hari-hariku sembari menunggumu untuk datang menjemput hatiku, menggenggam tanganku dengan hangat. Tapi aku tak bisa apa-apa. Tak berdaya ataupun tak bertenaga untuk berhenti sejenak. Berhenti menunggumu di persimpangan rasa ini.
            Ada banyak kenangan yang terjadi diantara kita. ada banyak cerita yang kita miliki. Hanya kita. Sebisaku,untuk tidak menoleh ke belakang. Sebisaku,untuk tidak terpengaruh pada cerita cinta yang menyenangkan di masa lampau. Tapi,aku bukanlah manusia yang sempurna. Sebisaku,untuk menghalau segalanya. Maka sebisaku juga bayangan kenangan itu datang. Bukannya aku tak penah berusaha berhenti menunggumu disini. Aku melakukannya dengan baik,awalnya. Tapi hatiku? Hatiku masih ingin membawa namamu di sepanjang perjalananku.
            Kini,aku hanya ingin menawarkan perdamaian untuk masa lalu kita, masa sekarang kita dan masa depan kita. Biarlah hatiku menunggumu hingga lelah. Biarlah keingintahuanku tentang kehidupanmu terus berlanjut asal hidupku yang sekarang tetap berjalan sempurna.
            Jika,di masa yang akan datang rasa ini menyatu denganmu. Jika pada akhirnya kamu dan aku melebur menjadi satu;aku pasti akan benar-benar bahagia. Akan tetapi,jika di masa yang akan datang kita tak bersama. Di masa yang akan datang kita tak pernah menjadi nyata. Makan bukan penyelasan yang akan ku ungkapkan tuan. Karena mencintaimu. Menunggumu. Merindukanmu. Adalah hal yang selama ini ku pelajari. Adalah hal yang selama ini membuat aku mengerti bahwa inilah yang di sebut kesetiaan. Setia pada satu hati. Setia pada satu orang. Bukankah ini seimbang,tuan?


Perempuan yang setia menunggumu
Aku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik