Sosoknya..
            Dia seorang yang tak pernah ku sangka. Tak pernah ada niatan sedikitpun untuk menjatuhkan hatiku kepadanya. Bukan tipe laki-laki yang menarik untukku. Meskipun wajahnya lumayan menarik. Sangat membosankan. Namun nyatanya kini aku terjebak pada pesonanya. Pesona yang bahkan sampai detik ini tak pernah pudar ataupun padam.Dia pendiam. Laki-laki yang terobsesi dengan pelajaran. Jarang tertawa. Cuek. Banyak hal-hal misterius yang melekat padanya dan aku tak pernah tertarik pada dunianya. Berbeda dengan diriku yang banyak tertawa. Tak terlalu peduli pada pelajaran dan banyak tingkah (cukup aktif).
Tapi siapa yang dapat menyangkanya? Setelah berada dalam planet yang sama tanpa mengganggu kehidupan masing-masing. Takdir mempertemukan kami. Situasi menjebak aku dan dia untuk bersama. “Ini neraka bagiku!” seperti itulah aku mengumpat dalam hati. Namun wajahnya datar-datar saja ketika ia ditempatkan untuk menjadi patner-ku. Seperti itulah dia, seakan tak menjadi masalah siapapun yang menjadi patner-nya.
Canggung. Situasi pertama yang aku dapatkan ketika bersamanya. Akan tetapi,secara perlahan duniaku dan dunianya seakan menyatu. dia mencoba menggeluti duniaku dan akupun berusaha mengerti bagaimana dunianya. Dia yang pendiam ternyata bisa juga berkomentar panjang. Dia yang serius belajar ternyata mampu tertawa kencang saat kami sedang serius belajar. Dia memiliki selera humor yang tinggi. Aku tak pernah percaya bahwa dia sekonyol ini. Dibalik sifatnya yang pendiam ternyata ada kepedulian besar pada lingkungan disekitarnya. Dia mengerti bagaimana aku. Dia membantuku bangkit dari rasa keterpurukanku. Dia ada disetiap aku membutuhkannya. Inilah yang membuatku jatuh cinta padanya. Aku senang bisa mengenalnya. Sosok yang perhatian. Pengertian. Peduli. Berprinsip kuat. Dapat dipercaya. Meskipun dibalik itu semua ada sikap cerewetnya. Cueknya. Terlalu disiplin. Bossy. Protektif. Tapi itu semua yang membuat aku tak pernah bosan ataupun lelah menunggunya.
Kini,aku tahu mengapa laki-laki yang dulu ku anggap membosankan ini bisa di kelilingi banyak wanita. Bukan hanya karena dia pintar. Tapi karena dia mampu membuat orang-orang disekelilingnya merasa nyaman. Meskipun begitu,aku tak pernah takut tersaingi oleh mereka. Aku juga tak tahu apakah sampai detik ini rasanya masih sama denganku. Yang aku tahu,aku mencintainya setulus hati. Aku mengagumi sosoknya walaupun sekarang kami sudah memiliki jarak. Dia belum ingin terikat dengan hubungan apapun karena dia masih ingin mengejar impiannya dan aku tak akan pernah menghalanginya.
Aku dan dia saling mencintai (sepertinya). Namun dia membuatku sadar,bersama saat ini bukanlah hal yang penting. Masih ada masa depan yang harus dicapai. Bukankah jodoh pasti akan bertemu?
Sosok tinggi yang amat protektif;aku merindukanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik