Kecewa.

          Seharusnya dari awal aku paham akan resiko dari mencintai dirimu. Meskipun aku mencoba meyakinkan diri bahwa aku mampu menghadapi tingkahmu,nyatanya kini aku harus mengaku kalah. Aku menyerah untuk berada setia di sampingmu yang identik di kelilingi oleh banyak wanita. Cemburu? Terlalu munafik jika aku menampiknya. Marah? Tentu saja itu kebohongan paling gila jika aku katakan aku tak marah padamu. Tapi cinta terlalu berperan besar untukku. Cinta terlalu melemahkanku hingga akhirnya aku terkubur oleh kebisuan ketika nyatanya hatiku berteriak keras!
          Bukan lagi setitik ataupun segumpal rasa kecewa yang ku rasa. Jika ada kata lain dari kecewa,mungkin sudah ku ungkapkan. Seharusnya aku tak memupuk banyak harap untuk bisa terus berada disampingmu. Seharusnya aku tak berkeras kepala untuk berpura-pura.

          Kamu yang saat ini ada di hati,harusnya kamu merasakan bagaimana rasanya di himpit rasa cemburu. Harusnya kamu sadar sulitnya meredam emosi. Dan seharusnya kamu sadar sakitnya di khianati saat pasanganmu ini tengah mencoba bersabar menghadapi tingkah lakumu yang terkadang...tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku. Kamu yang selalu memberi harap banyak. Kamu yang membuat semuanya di awal terlihat indah namun nyatanya hanya luka yang bisa kau hadiahkan untukku. Semoga karma dan penyesalan tak menghampirimu sayang.

-wanitamu-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik