Dia.
Setiap
orang memiliki cara tersendiri untuk jatuh cinta. Mempunyai cara yang khusus
untuk mengekspresikan perasaannya. Tak ada satu orangpun didunia ini yang tahu
kepada siapa dan mengapa dia jatuh cinta. Begitu juga dengan kita. Kita hidup
dalam lintasan yang sama,namun tak pernah saling bertabrakan. Tapi,siapa yang
akan menyangka bahwa kita yang tak pernah ingin saling mengenal harus merasakan
perasaan yang berbeda ketika keadaan menjebak kita?
Kamu
bukan pria idaman saya. Begitu juga dengan kamu. Saya wanita yang senang dengan
humor,sedangkan kamu pria yang senang dengan keseriusan. Kita berbeda. Baik sikap
maupun sifat. Saya senang berbicara,sedangkan kamu senang menyimpan rahasia. Saya
selalu ceroboh melakukan sesuatu dalam beberapa hal,sedangkan kamu pria yang
selalu bertindak hati-hati. Tapi,bukankah perbedaan bisa menyatukan dua hati
yang berbeda? Tak peduli seberapa menyebalkannya kamu,seberapa membosankannya
kamu,kamu tetap pria yang saya sayangi.
Awalnya,saya
tak pernah ragu dengan jauhnya jarak yang memisahkan saya dan kamu.
Namun,sebagai seorang wanita,saya ingin mendapatkan kejelasan status dari kamu.
Hubungan yang kita jalani ini bukan lagi atas dasar pertemanan. Kamu dan saya
sama-sama ingin saling memiliki. Ingin saling mengekspresikan perasaan yang
ada. Tapi kita tidak bisa bersatu saat ini. “Kita tetap harus fokus dengan masa
depan kita” begitulah yang kamu katakan kepada saya ketika kita berbicara
tentang hubungan yang mengambang ini.
***
Kini
5 tahun sudah saya mencintai kamu dengan pejuangan yang dahsyat. Dengan melawan
waktu yang memutuskan komunikasi diantara kita. Dengan jarak yang memisahkan
kita dengan hebatnya,saya masih mampu bertahan. Saya tak pernah habis
pikir,bagaimana bisa saya mencintai kamu sedalam ini? Tapi cinta adalah rahasia
Yang Maha Menciptakan. Saya mencintai kamu dalam diam. Mengingat kamu melalui
kenangan. Merindukan kamu dalam hebusan angin malam. Bagi saya,mencintai kamu
bukanlah sebuah beban. Karena cinta yang saya punya untukmu tulus, sehingga saya
tak terlalu banyak membuat harapan untuk dibalas.
Terkadang ada benarnya juga bahwa “Cinta
tidak harus memiliki” karena kata ‘keharusan’ sama dengan memaksakan kehendak
kita agar dia mencintai kita. Biarkan dia memilih jalannya terlebih dahulu,manatahu
suatu saat nanti kamu dan aku bisa bertemu dan bersatu dalam ikatan yang sakral
dihadapan Sang Pencipta.
Bukan sekarang,namun di masa yang akan
datang.
Komentar