Masa Lalu

       Mungkin aku cukup sepele tentang kenangan bersamamu. Kenangan dimana aku tak pernah tahu apakah aku sudah menghapusnya atau tidak. Bayang-bayangnya di awal tak pernah sedikitpun menggangguku. Namun dengan secara perlahan tapi pasti,kenangan itu menyita waktuku. Setiap detik,menit,jam yang ku lalui bersamamu terus menerus berputar bagaikan slide show di kepalaku. Entah apa sebabnya ini bisa terjadi.
Ada rasa marah,kecewa dan juga rasa benci saat kenangan itu hadir di fikiranku. Bagaimana caramu menyakitiku,membiarkan aku terluka entah untuk keberapa kalinya hanya untuk mempertahankan sosokmu. Namun,aku tak dapat jua memungkiri ada rasa haru dan bahagia ketika kenangan-kenangan indah saat kita bersama hadir. Mereka seakan ingin mengalahkan aku. Aku yang berusaha menghapus kenangan tentangmu atau aku yang mencoba berdamai dengan masa lalu.
Jauh di sudut hatiku yang paling dalam,aku berjanji. Kenangan apapun yang membayangiku,baik itu kenangan manis atau kenangan buruk takkan mengubah segala keputusanku. Aku inginkan masa depan dengan seseorang yang bisa lebih baik darimu. Takkan ada perbandingan dengan sosokmu dan seseorang yang saat ini menyandang sebagai ‘calon penggantimu’. Ceritamu dan ceritaku sudah ku tulis kalimat “The End” di akhir lembar cerita kita. Maka tak sepantasnya bukan, aku menyinggung dirimu di hari-hariku yang baru. Karena kamu hanya seseorang yang akan selalu berdiri di belakangku sekarang. Ku berharap,kenangan-kenangan ini dapat sadar bahwa mereka hanya cerita kecil yang akan sekali-kali ku lihat. Hanya sebagai pengingat untukku agar tak jatuh ke masalah yang sama.

Seberapa indahpun kenangan itu,aku takkan pernah mau terjebak di masalalu. Lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik