Kenangan..

Saya selalu mencoba tegar ketika berulang kali kenangan tentang saya dan kamu menguap di dalam ingatan saya. Sudah cukup lama saya menjalani kehidupan saya tanpa kamu. Dan saya merasa saya (bisa) baik-baik saja. Tak ingin terbawa arus kenangan namun jauh disudut hati saya,saya selalu memberontak. Memaksa saya mengikuti segala skenario kenangan indah saya dan kamu sewaktu menjadi kita. Apa kabar kamu saat ini, seseorang masalalu yang masih sering hadir dalam ingatan saya? Apakah kamu baik-baik saja setelah kepergianku dari sisimu? Seberapa hancurkah perasaanmu saat harus lepas dari kekanganku?
Dalam doa saya,namamu masih belum absen saya sebut. Ntahlah,saya masih merasa khawatir denganmu. Saya berharap semoga hidup kamu masih tetap berjalan dengan baik. Tidak seperti saya. Perasaan saya tak se-sehat kesehatan fisik saya. Saya benar-benar hancur tanpa kamu. Meskipun sayalah penyebab akhir dari kisah kita. Sayalah yang memutuskan berhenti berjuang bersama kamu. Berhenti mencintai sosok laki-laki yang selalu menjadikan saya salah satunya. Laki-laki yang sering sekali meninggalkan saya. Laki-laki yang tahu bahwa saya benci ditinggalkan. Laki-laki yang selalu berjanji pergi sebentar namun selalu lupa kembali pulang. Kini sayalah yang pergi dan melepaskan genggaman tangan kita.
Saya sadar,seremuk apapun hati saya saat ini saya tetap harus berjalan ke depan tanpa kamu. Tanpa genggaman tanganmu. Tanpa pelukan hangatmu. Maafkan saya jika janji yang dulu pernah kita ucap tak bisa saya tepati. Saya pergi karena saya sadar. Kamu tak pernah benar-benar membutuhkan saya. Kamu tak pernah benar-benar menganggap saya ada. Kamu tak pernah benar-benar memperjuangkan saya. Dan kamu tak pernah benar-benar menghargai perasaan saya. Semoga pengganti saya nanti takkan kamu perlakukan seperti saya. Cukup saya yang merasakan bagaimana memperjuangkan kamu sendirian. Mempertahankan kamu. Merelakan perasaannya berdarah-darah demi mencintai seseorang yang selama ini perbuatannya semu kepada saya. Karena setelah lepas dari jeratmu,saya menemukan laki-laki yang hampir 360 derajat jauh  berbeda dari kamu.

Salam hangat kenangan terpahit namun tetap indah untuk di kenang:)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik