Jarak.
Matahari
masih belum tampak. Kegelapan masih mendominasi warna langit yang tampak biru
mendung. Sesekali embun pagi menyapaku bersama hawa dingin yang menyentuh
permukaan kulit wajahku. Sejak beberapa hari belakangan ini,aku menjadi
penikmat pagi buta. Tidak biasa memang,mengingat biasanya aku lebih memilih
bergelut di selimut daripada mengenakan celana training lengkap dengan jaket
tebal untuk melakukan aktivitas baruku semenjak kau tak ada dalam jarak
pandangku lagi.
Kini aku
lebih memilih berlari pagi sendirian. Menikmati udara pagi yang merasuki
rongga-rongga pernafasanku sekaligus menetralisir pikiranku tentangmu.
Semalaman aku membiarkan memori berisikan dirimu merasuki pikiranku.
Merusak-rusak segala ketahanan hati menjadi bulir-bulir yang akhirnya tak bisa
ku bendung lagi. Kesadaranku terenggut saat bayang-bayangmu datang
berbondong-bondong menghakimi sesak yang ku tahan selama ini. Sesak yang
bernamakan rindu yang tertuju untukmu.
Sudah
selama ini aku mendiamkan rasa yang semakin tumbuh subur itu. Dan semakin lama
rasa itu menuntut untuk di pertanggung jawabkan. Aku tak bisa berbuat banyak
untuknya. Sebab bagaimana seharusnya kita bersikap pun aku tak tahu. Kita
seperti tak punya cinta atau mungkin selama ini memang kita berpura-pura tak
memiliki cinta. Kau terpaksa menjauh dan aku menerimanya karena aku menyadari
bahwa mungkin lebih baik kita seperti ini agar perasaan yang tak mau kita sebut
dengan cinta itu dapat musnah di makan oleh waktu. Tapi aku tahu,bahwa
bagaimanapun kita berpura-pura mengingkarinya bahkan berusaha
melenyapkannya,dia tetap tumbuh di hati. Seperti itulah yang ku rasakan sampai
detik ini.
Walaupun
aku tak bisa menyentuh dan menatap rupamu,aku tahu cinta itu tetap bersemayam
untukmu. Meskipun luka membekas di hatiku,aku tahu bahwa setiap malam aku
berbicara pada rindu bahwa aku masih begitu mencintaimu meskipun selama ini kau
tak mendengarkannya. Dan disinilah aku,menikmati hariku dengan jarak yang
sengaja ku buat untukmu. Karena aku menunggumu untuk datang membawaku. Untuk
menyelamatkan apa yang kita punya juga mengakhiri apa yang selama ini menyakiti
hati. Hingga saat itu datang kau akan menyadari seperti inilah aku mengajarimu
tentang mempertahankan cinta seutuhnya. Menjadikanmu pahlawan dalam kisah kita.
Melawan jarak,waktu juga kehadiran orang ketiga diantara kita.
Komentar