'Almost Lover'

          Your fingerstips across my skin,the palm tress swaying in the wind. Images…
Masa lalu yang menyakitkan itu membuatku gamang hanya untuk memegang cinta yang sebenarnya sudah sejak dulu ku rasakan padamu. Aku terlalu buta mengamati gerak-gerikmu juga terlalu lambat mengartikan respon tubuhku yang menginginkan kehadiranmu di sisiku.
          You sang me Spanish lullabies,the sweetest sadness in your eyes. Clever trick…
Kau begitu mendalami setiap hal yang ku suka. Mengikuti segala yang ku senangi hingga akhirnya menjadi bagian dari dirimu juga. Lagu-lagu yang selalu kita dengarkan bersama,masih begitu ku ingat. Bahkan tanpa ku sadari,aku menghapalnya untuk bisa ikut bernyanyi bersamamu suatu saat nanti.
          Well,I’d never want to see you unhappy…
Sedikitpun aku tidak pernah berpikir bahwa kehadiranku mengganggumu. Aku berpikir bahwa setiap canda dan tawamu bersamaku murni karena kau bahagia aku berada di dekatmu. Hingga aku lupa diri,bahwa kemanapun kau pergi,aku selalu mengikuti langkahmu. Membuatmu risih pada setiap perhatian dan kasih sayang yang ku beri untukmu.
          I thought you’d want the same for me…
Aku melakukan kesalahan. Harusnya aku belajar dari luka yang lalu. Sesak ini membuatku sulit bernafas. Kau pergi ke lain hati tanpa ku sadari. Diam-diam kau sudah memberi jarak padaku. Dengan bodohnya aku menganggap bahwa getar-getar samar yang ku rasakan itu sampai saat ini juga kau alami.
          Goodbye,my almost lover…
Sulit sekali rasanya melepaskanmu. Perasaan ini seperti boomerang yang ku rakit untuk diriku sendiri. Tapi aku harus melakukannya untuk membuatmu bahagia. Karena menahanmu disisiku hanya akan membuatmu menderita.
          Goodbye,my hopeless dream…
Impian yang sudah ku angan-angankan bersamamu harus ku kubur dalam-dalam. Karena aku tahu,itu semua tidak akan pernah terjadi. Terlalu mustahil untuk melihat mereka nyata.
          I’m trying not to think about you. Can’t you just let me be?
Jangan khawatirkan aku. Kau ingatkan aku bukan lagi gadis patah hati seperti hari itu. Aku kuat tanpamu. Percayalah,aku pasti bisa menghapus jejakmu dari hidupku. Biarkan aku sendiri yang mengurus perasaan tak tahu diri ini. Ini tanggung jawabku yang membiarkannya menjadi semak-semak belukar di hidupmu.
          So long,my luckless romance. My back is turned on you…
Tak perlu ucapkan selamat tinggal. Berjalanlah pada jalan yang sudah kau pilih. Aku bisa mengobati sakit ini,mungkin dengan kehadiran cinta yang baru? Atau mungkin aku membiarkan waktu mengikisnya sampai habis tak tersisa.
          Should’ve known you’d bring me heartache,almost lovers always do…
Aku begitu semangat merusuhi hidupmu. Menganggap bahwa akulah wanita yang beruntung itu. Aku mengabaikan perkataan orang-orang di sekitar kita tentang betapa datarnya balasanmu terhadap segala hal yang ku berikan untukmu. Sampai di suatu malam aku menyadari betapa malangnya nasibku. Aku mengingkari kenyataan yang ada. Aku mengabaikan fakta bahwa kau begitu tidak suka pada sikapku. Aku pengecoh dalam hidupmu. Itu benar.
          We walked along a  crowded street. You took my hand and danced with me,images…
Kau ingat saat kita berjalan bersama satu harian itu? Kini aku kembali menyusuri jalan ini. Bahagia yang dulu kurasakan berganti menjadi sesak yang mendalam. Kita tertawa bersama saat itu. Aku ingat kau berjanji menemaniku sepanjang hari itu. Kau menepatinya. Dan kini aku harus menghapus segala potret bahagia itu. Walaupun setiap inci kebahagian yang kau beri tersimpan rapih di dalam memori otakku.
          And when you left you kissed my lips,you told me you would never ever forget these images..
Kini memori itu berputar pada saat kita mengobrol di salah satu tempat makan. Aku menyadari,itulah saat pertama kalinya kita makan bersama. Apakah kau juga menyadari hal ini? Kau duduk tepat di sebelahku. Ditempat ini kau memohon maaf atas sikapmu yang sering membuatku kesal dan kau berjanji tidak akan melupakan segala hal yang kita lalui. Kau berharap kita bisa tetap bertemu meski perlahan-lahan jarak menjauhkan.
I cannot go to the ocean, I cannot drive the streets at night…
Kau tahu,aku tadinya ingin meninggalkanmu. Pergi jauh dari tempatku berpijak untuk merasakan kehidupan yang baru. Tapi lagi-lagi aku mengurungkan niat itu karena aku sadar bahwa aku takkan sanggup jauh darimu. Kini malah kau yang memberiku kejutan atas keputusanmu. Aku mencoba merestui itu meski harus menenangkan hati dan meredam tangisku agar bisa melepaskanmu. Aku rela mengalah.
          I cannot wake up in the morning,without you on my mind…
Semalaman aku mendengarkan lagu-lagu yang dulu kita sukai. Awalnya aku tidak begitu mendalami lagu-lagu itu,tapi semakin lama malah menyeretku kedalam kenyataan yang harus ku terima ini. Menciptakan bulir-bulir yang sudah ku pastikan akan membuat mataku membengkak di pagi hari.
 Setiap harinya kau adalah orang yang selalu ku pikirkan di sebelum dan sesudah tidurku. Tapi lagi-lagi, aku bisa apa? Hakku tak ada untuk menahanmu. Aku tak punya keahlian menarik ulur hatimu.
          Now you’re gone and I’m haunted. And I bet you are just fine…
Tidurku semakin tak nyenyak karena memikirkanmu. Mata pandaku semakin jelas terlihat. Sebulan tanpa gangguanku,bagaimana rasanya? Apa kini kau mendapatkan kebahagianmu sesungguhnya? Aku yakin kau pasti baik-baik saja. Merasakan hawa sejuk yang menyehatkan.,sedangkan aku? Sibuk melepaskan diri dari jeratan bayang-bayangmu.
          Did I make it that easy to walk right in and out of my life?
Terlalu mudah bukan bagimu untuk datang dan pergi dari hidupku? Untuk memperbaiki dan menghancurkan segala rasa di dalam dada. Kau hebat dalam hal memporak-porandakan hatiku. Tapi kali ini aku ingin kau tahu,suatu saat nanti jangan lagi datang menagih rasa itu padaku jika selama kita berjarak kau tak peduli sedikitpun padaku. Jangan tunjukkan wajahmu itu agar aku tak goyah pada keputusanku. Karena melepaskan kepergianmu dengan menahan jeritan di hatiku adalah kesempatan terakhir yang ku beri padamu saat ini. Jangan sia-siakan hal itu. Jangan merasa bersalah atas pengabaianmu terhadap perjuanganku. Aku telah memaafkan segala sakit yang kau beri secara sengaja dan tidaknya. Jadi,tidak ada lagi alasanmu untuk kembali kepadaku.

          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik