Berbagi Pengalaman^^v

          Pernah punya pengalaman horror gak sih? Mungkin sebagian dari kalian belum pernah sama sekali,tapi kali ini aku mau share tentang pengalamanku yang bisa di bilang sedikit horor. Jadi,jangan lupa siapin tisu karena cerita ini benar-benar menyedihkan melebihi drama-drama korea yang aku tonton *abaikan*
          Pengalaman pertama ini saat seluruh penghuni rumah pada pergi kecuali saya sendiri. Saat itu ceritanya,aku pengen banget minum teh manis dan itu siang hari di sertai mati lampu. Alhamdulillah nya cuaca saat itu cerah meskipun tidak secerah hubungan aku dengan gebetan *malah curhat-_-* singkat cerita karena air panas di dispenser tidak lagi panas,terpaksa deh masak air *biar mateng!!!/abaikan lagi* Nah dirumah itu kalau ke dapur enaknya buka pintu dapur,karena angin di daerah dapur itu banyak yang lewat jadi sejuk gitu. Sembari menunggu air itu mendidih,pikiran aku berkelana entah kemana di depan pintu dapur kayak orang tebodoh gitu. Seketika saat melamun,aku mendengar suara orang menghela napas di lorong dapur. Sontak aku terkejut dong ya!  Mikirnya itu kakak laki-laki aku yang ngerjai atau ayah tercinta,eh aku baru ingat di rumahkan cuma aku doang. Awalnya merinding. Udah mikir ini penghuni mau kenalan kok di saat di rumah tidak ada orang ya. Entar kalau aku pingsan,masa iya mereka yang gotong ke rumah sakit? Pada akhirnya,pikiran-pikiran aneh itu aku abaikan. Hasrat buat ngeteh menjelang sore itu tidak bisa aku urungkan. Dalam hati aku berkata ‘oke terimakasih untuk salam perkenalannya. Aku lagi galau,jadi jangan ganggu’. Meskipun mereka itu dengar atau gak,alhamdulillahnya lagi cuma dua kali denger helaan nafas itu.
          Pengalaman kedua aku ini terjadi saat mati lampu sehabis sholat magrib di kamar kakak laki-laki aku. Aku memang tipe adik yang sukak banget nongkrong di kamar kakak laki-lakiku. Maklumlah cowok,pulang kalau gak buat makan ya tidur doang. Selebihnya? Kerja,melalak atau melancong ke rumah pacarnya. Nah,karena malam itu aku lagi senang karena mikirin gebetan yang ngilang tanpa kabar terus tiba-tiba ngirimin pesan itu buat aku senangnya minta ampun *maaf kebablasan curhatnya hihii* . Jadi,di tengah kegelapan kamar itu,aku nyanyi lagunya demi lovato yang ‘Heart Attack’ kebayangkan gimana nada suara aku yang tinggi itu?  Nah saat itu aku denger suara seorang cewek ngomong ‘Rahmi,berhenti nyanyi. Suaramu jelek’. Aku mikirnya yang bilang itu kakak aku yang lagi di ruang tengah ngumpul sama keluarga yang lainnya. Karena tidak terima atas penghinaan itu,akhirnya aku keluar kamar terus marah-marahin kakak aku. Kira-kira begini isi percakapanku…
          Aku  : “Kisanak! Sok kali suaramu kalau nyanyi bagus! Enak kali bilangin suaraku jelek” *dengan ke dua tangan di pinggang* seketika obrolan yang mereka lakukan berhenti begitu saja ketika melihat aku keluar kamar dengan keadaan marah-marah. Terus si kakakku pun bilang…
          Kakak : “Hei puyer 77! Siapa yang ngejek kau? Aku aja dari tadi ngobrol kok disini” pandanganku beralih ke seluruh orang di ruangan itu. Mereka kompak memberikan pembelaan bahwa kakakku tadi tidak menghina suaraku. Aku mulai bingung sampai akhirnya si kakak nyeletuk..
          Kakak : “Nanti yang marah itu bukan manusia. Ini malam loh,mati lampu lagi. Gak mungkin ada orang yang teriak-teriak di sebelah rumah kita. Tahukan di kamar penghuninya perempuan?” well,kalimat itu sukses buat aku merinding. Dan kalian tahu? Hampir seminggu aku tidak nginjakkan kaki ke kamar kakak lagi sejak insiden itu.
          Pengalaman ketiga. Aku tipe anak yang sukak insomnia. Kadang kebablasan sampai pagi. Kebetulan karena kakakku menikah,aku terpaksa pindah ke kamar paling belakang. Letaknya strategis sih. Ketika buka pintu di sebelah kiri ada pintu kamar mandi,sebelah kanannya itu pintu penghubung ke lorong kamar mandi paling belakang sama dapur *berasa jadi pembantu yaL* aku bersedia menempati kamar belakang ini karena di iming-imingi boleh mempermak kamarku habis-habisan. Mulai dari warna cat dinding aku yang tentuin sampai tata letak di dalamnya. Ini kamar sebenarnya inceran kakak laki-laki aku,tapi pas aku mintak barter dia malah gamau lagi karena insiden dia denger orang ngetuk pintu dapur pas tengah malam dan asemnya ini kakak nakut-nakutin aku.
Balik ke pembahasan awal,akhirnya aku insomnia. Kebiasaanku kalau insom itu kalau tidak dengeri music,googling pengetahuan gitu,bacain blog orang,baca ff *kalau sukak k-pop pasti taulah*,nonton film Thailand/kartun yang udah aku mintak sama kawan-kawanku,baca novel atau belajar. Saat itu lagi asik bacain ff kyuhyun yang berpart-part itu,sedang asik-asiknya aku mendengar semacam aktivitas di depan pintu kamarku sampai ke lorong dapur. Hal ini menyita perhatianku,karena dalam logikaku,lorong di depan kamarku di halangi sama pintu kalau mau ke lorong dapur. Jadi,tidak mungkin bukan suaranya bisa nembus? Aku berpikir mungkin makhluk lain lagi ada yang bekerja. Malam itu aku mendengar tidak lebih dari sekali,tapi aku acuhkan saja. Toh,aku merasa tidak mengganggu mereka begitupun mereka. Jadinya kadang kalau di tengah malam gitu dengar suara yang aneh-aneh aku udah biasa aja.
Pengalaman ke empat. Hal ini terjadi saat mati lampu juga. Daerah rumahku saat itu lagi apes banget. Bayangin,sore sampai malam mati lampu. Hidup 3 jam lalu mati lagi sampai jam 3 sore,kebayangkan galaunya aku liat baterai hp udah sekarat? Tapi yaudahlah,aku kan single *curhat lagi*. Karena pas aku keluar dari kamar abangku  jam 00.20 WIB setelah habis konser menikmati kegalauanku,tapi kali ini itu perempuan gak menginterupsi lagi kok. Mungkin paham kali ya aku lagi patah hati *abaikan* . Aku melihat seluruh penduduk rumah udah pada ngunci kamar kecuali abangku yang mau menjalankan tugasnya menunaikan shalat isya *baru sadar dia rajin juga rupanya :D * Aku kalut,bingung. Kamarku pasti gelap banget dan panas. Akhirnya aku ngetuk pintu kamar kedua orang tuaku sambil manggil “Mami!!!” dan kalian tahu? Aku di abaikan! Saat itu pengen nangis tau gak. Bukan aku takut tidur di kamarku,melainkan semua senter di ambil sama mereka!!!! Si abang keluar ngeliat aku ngidupin lilin,melihat aku yang mau memasuki kamar,dia berkata “Udah tidur di kamarku dulu. Aku juga gak tidur kok. Daripada seisi rumah kebakaran gara-gara lilinmu di kamar nantik” saat itu aku mikir ‘ya Allah,untung sifat baik abangku datangnya di saat genting’. Akhirnya dia di luar dengan leptopku dan aku di kamarnya yang masih memikirkan nasibku yang malang.
15 menit kemudian si mami datang nyuruh aku pindah ke kamarnya. Berhubung lagi marah karena insiden tadi,aku keluar kamar dengan mukak yang di tekuk. Aku langsung deh lari ke tempat tidur dan mulai mengutak-atik hpku yang punya baterai setengah nyawa lagi. Ayahku sendiri sudah mengungsikan diri ke kamar kakak laki-lakiku. Sungguh aku mencoba untuk tidur,tapi dengkuran mami ngebuat aku susah tidur! Berkali-kali menutup telingaku dengan bantal saja gagal. Alhasil,setelah shalat subuh aku baru bisa mulai berselancar di dunia mimpi.
Lusanya,si kakak pagi-pagi nyiapin bubur buat si adek. Saat itu aku lagi nyanyi "Pada Hari Minggu Ku Turut Ayah ke Kota" dengan adek yang joget-joget gak jelas gitu. Si kakak ketawak ngeliatnya dan disinilah cerita horor itu berlangsung. Si kakak bilang,waktu mati lampu lama kali itu jam 3 pagi si adek bangun minta susu. Akhirnya mau gak mau,si papa ke dapur buat air panas dan meninggalkan si kakak beserta si adek. Si kakak bercerita bahwa tidak lama setelah si papa pergi,terdengar suara nyanyian tante ke itu di depan teras,si adek yang mendengarkannya langsung terduduk dan joget-joget gitu sementara si kakak udah ketakutan. Dan nyanyian ini juga terdengar oleh si papa tapi mereka berusaha mengabaikan tante tersebut. Nah aku mengingat dengan jelas di jam segitu aku belum tidur sama sekali. Dan aku teringat bahwa aku sempat samar-samar mendengar alunan itu tepat di jam 3an juga. Dengan tampang bodoh,aku meminta kejelasan dari si kakak. Ternyata benar. Serius aku langsung merinding. Karena aku ingat dengan jelas bahwa itu suara terdengar jauh banget dan paginya aku baru sadar kalau si mami baru nanam bunga melati di depan rumah dan malamnya lagi berbunga,tapi Alhamdulillahnya hanya sekilas karena ternyata nyanyian si tante ke terkalahkan dengan dengkuran si mami yang tidur di sebelahku.
***
Sebenarnya lumayan banyak sih momen hororku terutama di rumah sendiri. Tapi alhamdulillahnya makhluk dirumahku tidak pernah menampakkan wujudnya dan mudah-mudahan gakkan pernah. Menurutku,mereka memang ada. Beraktivitas diantara kita. Tapi selagi mereka tidak membuat kita terganggu untuk apa kita mengusik mereka. Jujur memang aku pernah ngerasai takut,secara nonton horror aja aku kebanyakan tutup matanya apalagi ada di situasi horror beneran? *bisa pingsan seharusnya* Tapi aku ingat nasehat kakak pertama aku dan dia bilang “Kalau di rumah sendiri atau di kamar sendiri aja takut,gimana kalau di tempat orang lain?” atau komentar dari abang iparku yang pertama bahwa “Perempuan memang rawan di ganggu,tapi selagi dia tidak merepotkan kita ngapain di ambil pusing?” dan juga kata mami aku “Kau tinggal di rumah itu sejak lahir,seharusnya udah kebal dengan yang beginian”.
Jadi, kalau ada orang yang bilang “Gimana kalau misalnya hujan lebat malam-malam mati lampu dan gadak orang dirumah,sedangkan aku saat itu di kamar belakang?” *ini sebenarnya pertanyaan abang iparku yang kedua-_-* aku akan jawab,isyaallah aku berani. Dan hal ini sudah terbukti. Pernah sendirian dirumah,mati lampu waktu aku di kamar malam-malam. Aku malah dengan leluasa mengitari rumah mencari pencerahan tanpa sedikitpun rasa takut. Dan kalau ada orang yang bertanya “Belum tidur jam segitu? Tidak takut apa di ganggu sama yang bukan manusia?” aku akan bilang,aku udah pernah. Udah biasa kok. Sesekali dengar aktivitas mereka dan aku tidak merasa terganggu dengan itu. Udah tanda tangan surat perjanjian untuk tidak saling mencampuri urusan masing-masing malahan.

Aku tidak mau munafik untuk bilang tidak punya rasa takut. Tapi Alhamdulillah dan insyaallah untuk wilayah rumahku sendiri,mereka sepertinyapun sudah paham dan memaklumi gimana tingkah aku yang kadang sukak mengganggu ketenangan warga dirumah. Sekian deh cerita berbau horornya,ntar aku malah kebablasan curhat pulak tentang gebetan. Tapi jangan gara-gara ini cerita kalian me-label-kan rumahku berhantu loh..gini-gini juga teman-temanku masih senang kok nge-basecamp dirumahku. Terima kasih sudah mau membacaJJ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik