Tak Lagi Ada

          Kedatanganmu membuat pikiranku terkejut kembali. Sebab setelah pergimu,aku harus jatuh bangun untuk bisa menjadi diriku lagi yang seutuhnya. Kau membawa separuh dari kehidupanku dan merusak segala kerja tubuhku yang merasa kehilanganmu. Sejatinya,tidak ada seorangpun yang mau menampung kesalahan yang sama. Begitupun juga diriku. Kau merusak kehidupanku setelah membuat hari-hariku begitu indah.
          Ku beritahu pada dirimu,bahwa luka atas kepergianmu membuatku enggan kembali. Setelah kau menghancurkan hati yang memperjuangkanmu mati-matian. Hati yang meskipun kau bolak-balik namun tetap berusaha bertahan untukmu. Sadarlah,kau membunuh hatiku. Kau juga membunuh segala harap yang ku impikan.
Kenapa baru sekarang kau datang dan merasa menyesal?
Kenapa tidak pada saat aku benar-benar berharap di sambut hangat oleh cintamu?

          Semuanya percuma tuan. Luka itu membuat ketakutan besar untuk memulai segalanya lagi denganmu. Bahkan jantung yang selalu berdetak cepat saat bersamamu dulu kini sudah biasa saja. Hatiku sudah jelas-jelas menolakmu. Berulang kali kalimat menyesal itu tidak akan mengubah keputusanku. Menghilanglah dari kehidupanku,tuan. Tempat nyamanmu bukan lagi disisiku. Karena perasaan itu sudah tak lagi ada. Dia sudah mati bersama kepergianmu yang tak pernah pasti kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik