Kita dan Masa Lalumu.
Apa
salahnya jika aku mencintaimu? Meskipun aku tahu siapa statusmu untuknya. Dia
tak pernah peduli. Dia memilih mematahkan hatimu dan pergi mencari penggantimu.
Dia tak pernah mau tahu bagaimana repotnya aku menenangkan desakkan luka di
hatimu.
Dia temanku,itu
benar. Dan kau adalah mantan kekasihnya,itu juga benar. Diantara kalian pernah
ada sebuah perasaan istimewa tapi semuanya sudah lama berakhir. Hakku jelas
bisa mendekatimu. Namun kenapa setelah bertahun-tahun aku merangkai lagi
hatimu,dia datang menawarkan cinta?
Aku tak
pernah bayangkan rasanya semenyesakkan ini. Melihatnya duduk di boncenganmu
dengan memeluk mesra pinggangmu. Bermanja-manjaan padamu saat hujan lebat yang
mengguyur malam itu. Memanggilmu dengan sebutan “sayang” serta menghirup parfum
di tubuhmu. Dan aku benci akan hal itu.
Aku mengerti,dia tak
pernah tahu bahwa ada rasa yang bersemi diantara kita. Dia tak pernah tahu aku yang mengobati
lukamu. Tapi setidaknya kau harus bisa memberikan pemahaman bahwa hatimu sudah
terpaut padaku. Bukan diam dan membiarkannya berharap lebih padamu. Kecewa?
Tentu saja. Kau plin-plan dalam menentukan pilihan. Dengan kehadirannya,hatimu
goyah. Aku tahu itu. Aku merasakannya. Kau tak pandai membohongiku. Sebab sudah
tiga tahun lebih aku mengenal karaktermu.
Ketahuilah,tuan. Tak
selamanya perempuan mau di gantungkan perasaannya. Aku tak pernah memintamu
melupakan masa lalumu. Sebab masa lalumu adalah urusanmu sedangkan masa
sekarang adalah urusan kita. Tinggalkan dia;masa lalumu atau lepaskan aku;masa
sekarangmu. Pilihan ada padamu,tuan. Kebijakanmu menentukan kemana kisah
asmaramu bermuara.
Komentar