Sebatas Penghibur
Aku
hanya mampu hadir di detik-detik kantukmu menyergap. Bersama khawatirku yang
meluap-luap. Bersamaku,hanya penat yang bisa ku musnahkan. Menentramkan hatimu
yang sesak dengan segala peristiwa pada duniamu yang selalu membuatku
kebingungan. Pada mata yang mulai terpejam perlahan-lahan,ku lantunkan doa di
dalam hati sebagai nyanyian tidur yang nyenyak.
Setiap
pergimu,aku membiarkan harapan itu tumbuh hingga kau kembali di hadapanku.
Dengan segala kerelaan,aku membiarkan cerita kita tertulis dengan sendirinya.
Takdir datang dan pergimu bukan lagi menjadi hal yang bisa membuat isi kepalaku
serasa meledak-ledak. Biarkanlah rindu dan gelisah membayangi langkahku
tanpamu. Satu sisi yang aku percayai,aku tetap akan setia menantimu disini.
Membebaskanku dari jerat-jerat luka yang menari-nari di hati.
Percayalah
satu hal,kemanapun kau bawa hubungan ini. Aku mensyukuri segalanya. Pada tangis
dan tawa yang kau cipta. Bila pada akhirnya kau tak ingin lagi bersama,maka aku
rela melepaskan dirimu demi sebuah bahagia. Jangan khawatirkan kebingunganku.
Meskipun ia selalu menghantui,aku masih bisa menahannya untuk tidak ikut
membayangi langkahmu. Buatlah bahagiamu,sebab lukaku sembuh dengan senyummu.
Komentar