Orang yang Sama

          Barangkali kau memang senang menciptakan bimbang. Menaburkan benih-benih keraguan yang kau biarkan mengambang. Meski aku mengulang berkali-kali bahwa hadirmu pasti akan datang. Menjemput segala rasa yang hampir saja kau ubah menjadi sebuah kenangan.
          Seminggu yang lalu aku mengirimu gerimis-gerimis kecil yang di bawa hujan. Aku menitipkan rinduku padanya. Menyisipkan seberkas cemas atas menghilangnya suara-suara manjamu yang selalu berhasil mempengaruhi hari-hariku. Sudahkah sampai rinduku padamu,tuan?
          Ku harap kau kan menjaga kumpulan-kumpulan rindu yang selalu ku kirimkan. Agar kelak di suatu hari nanti,ketika kau merasa tidak ada lagi seseorang yang memperdulikanmu di luaran sana. Kau ingat bahwa selalu ada rindu yang bersedia menanti kepulanganmu. Meski kau tak pernah berniat menjadikan ia rumah,setidaknya kau telah mengizinkannya untuk menjadi tempamu untuk berteduh.
          Tak apa-apa jika aku memang harus sebatas ini. Yang terpenting dari semua ini adalah kau paham bahwa aku benar-benar mencintaimu. Satu-satunya alasan yang membuatku tetap terus bertahan di sisimu. Seperti pagi kelima yang kita lalui ini. Pesan darimu masih ku terima dengan hati yang lega dada. Meski sudah sejak lima hari yang lalu aku mendapati sikapmu yang mulai memasabodohkan pada segala perbincangan kita.
          Sempat aku berpikir bahwa kau tampak mulai berubah. Namun aku berusaha untuk menepis pikiran-pikiran jahat itu. Bagaimanapun,aku tetap ingin mempercayaimu. Bahwa apa-apa yang telah ku titipkan di dalam dada masih tetap kau jaga. Mungkin saat ini kita sedang di uji coba. Oleh jarak yang memisahkan raga. Juga,oleh komunikasi yang mulai terasa menjadi beban.

          Aku berharap,kita bisa lulus menghadapi ini semua. Kita tetap mampu menyatukan hati dan tujuan. Menetapkan satu pilihan,bahwa sejauh apapun jarak,seberbeda apapun waktu. Juga,sesibuk apapun pekerjaan,tetap hanya ada satu orang yang akan menjaga hati dan pikiran kita. Agar jarak dan waktu tahu,meski mereka membuatnya berbeda,kita tetaplah orang yang sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik