"Ibu"

          Untuk seseorang yang ku panggil;ibu.

Hai,sudah berapa lama kita saling mengenal? Oh sudah semenjak aku di lahirkan di dunia ini. Kita ternyata sudah berjalan terlalu jauh,bukan? Adakah kau sekali saja melirik segala kejadian yang pernah kita lalui?

          Ibu,meski aku tak mewarisi rupamu. Aku tetap menyayangimu.
          Ibu,meski darahmu tak mengalir di tubuhku. Aku tetap mencintaimu.

Aku sadar sekarang semuanya telah berbeda. Kau memilih menjalani hidup bersama orang-orang yang tak sepenuhnya peduli kepadamu. Sedangkan aku,melalui hari bersama orang-orang yang mencintaiku sepenuh hati meski tak ada kau di dalamnya.

Ibu,momen ulang tahun adalah hal yang begitu special untukku. Setiap kali aku menghitung momen bahagia itu tiba, aku selalu menyelipkan harapan bahwa kau juga akan turut berbahagia untukku. Mengucapkan kata “selamat” tanpa perlu menghadiahiku. Sebab bagiku,tak semua bahagia mampu di ukur dengan uang. Bahagiaku hanya cukup melihatmu tersenyum di hadapanku. Memelukku dengan erat dan mencium kedua pipiku.

Ibu,aku tak pernah ingin benar-benar melepaskanmu. Aku tak pernah ingin menghapusmu selamanya dari hidupku. Tapi kita telah sama-sama tahu bukan? Bahwa berpisah adalah jalan terbaik. Aku tak menyalahkanmu atas kejadian yang membuat hubungan kita memburuk. Berbahagialah walau tak ada aku di dalamnya. Karena kini,kau dan aku telah menapaki jalan yang berbeda.


Dari seseorang yang selama ini kau anggap;anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik