Pee.

Ada sebuah persahabatan yang gagal aku pertahankan. Sahabatku itu panggil saja “Pee”. Ketika memperhatikannya sejak aku menginjakkan kaki di kelas itu,Pee adalah orang pertama yang masuk dalam list “orang yang harus hindari”. Tapi semua itu berubah dalam sekejap ketika aku tiba-tiba saja merasa harus bersimpati padanya. Sejak saat itu,Pee dan aku menghabiskan waktu bersama. Berbagi cerita suka dan duka. Aku tahu sejak awal Pee dan aku punya karakter yang beda. Pee memiliki sifat manja dan lemah sedangkan aku sebaliknya. Aku tidak suka segala sikap perempuan yang melekat di diri Pee. Tapi,semua kedekatan ini terjalin tanpa pernah aku rencanakan sebelumnya.

Hingga pada akhirnya,masa penyatuan karakter itu mencuat. Di usia yang masih bimbang,aku dan Pee sama-sama saling menolak bentuk kedewasaan kami. Pertengkaran dan permusuhan adalah pemilik bagian yang paling banyak di kisah kami. Namun ada satu fakta unik yang hingga detik ini selalu saja membuatku tertawa. Jika aku dan Pee sedang bertengkar,seluruh orang yang mengenal kami akan tahu bahwa perang dunia sedang berlangsung. Anehnya, meskipun tidak saling bertegur sapa, Pee dan aku bisa saja pergi berbelanja ke mall berdua. Pee adalah orang yang selalu tidak bisa menahan selera,itu sebabnya kemanapun Pee pergi,ia selalu akan memintaku menemaninya. Karena aku akan langsung memarahi Pee untuk tidak memboroskan uangnya.

Di masa-masa itu aku dan Pee mulai berani saling menusuk dari belakang. Selalu saja tersisa rasa kecewa ketika mengingatnya. Tapi Pee juga memiliki banyak sisi baik. Hampir di setiap masa sulitku,dia ada. Sampai detik ini Pee dan aku tetaplah menjalin hubungan baik namun berjarak. Sebuah persahabatan yang kami bangun itu runtuh dengan perubahan karakter yang tidak bisa kami terima. Pee menjalani hidupnya sesuai dengan kemauannya,begitu juga diriku. Saat ini,semua kenangan yang indah dan suram itu tersimpan. Ada begitu banyak barang-barang yang menjadi saksi bisu seberapa dekat aku dan Pee dahulu. Bahkan jika boleh jujur sampai detik ini aku masih menyayangi Pee. Namun perasaan ini sama seperti cinta yang tak harus memiliki.

Kini, Pee mendapatkan sahabat yang lebih baik daripada aku. Akupun juga telah memiliki sahabat yang lebih sejalan dengan pola pikirku. Dendam dan luka itu sudah lama ku kubur dan sembuh. Meskipun membekas,tapi aku tahu. Bekas itu adalah sebuah tanda bahwa untuk persahabatanku yang sekarang jangan lagi gagal.


Kisahku dan Pee adalah cerita yang begitu aku syukuri. Ada banyak pelajaran yang bisa ku ambil. Walaupun orang mengatakan tidak ada yang namanya mantan sahabat,itu semua bohong. Aku adalah orang yang kontra dengan quote tersebut. Karena bukti nyatanya aku dan Pee adalah sepasang mantan sahabat yang kini hanya di batasi status sebagai teman. Tidak lebih dan tidak berkurang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik