Jangan Cepat Menyerah.
Sejauh ini kamu bertindak
benar. Tak pernah salah. Penjelasan demi penjelasan,juga,keyakinan demi
keyakinan yang kau coba utarakan bisa ku terima dengan baik. Hanya
saja,terkadang rasa cemas menghinggapi pikiranku. Kepahitan masa lalu tak
seharusnya ku imbaskan pada dirimu. Aku mengaku salah,maafkan aku. Kau berhak
mendapatkan kepercayaanku. Namun ketakutan akan kegagalan-kegagalan ku yang
lalu masih menyulitkanku untuk mengambil langkah itu.
Jujur,aku terlalu takut
bermain hati hingga akhirnya aku menjalaninya bersamamu dengan hati-hati. Aku
takut terluka,juga takut kecewa. Sebisa mungkin aku bernegosiasi pada diriku
sendiri. Mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa lelakiku pantas di percayakan
untuk menjaga sebuah hati yang bagiku terlalu berharga.
Ku mohon jangan lelah untuk
menghadapiku. Sebab jauh di dalam hatiku,pelan-pelan aku berusaha memupuk rasa
percaya padamu. Mungkin belum sepenuhnya sempurna,tapi akan selalu ku usahakan
semaksimal mungkin. Biarkan waktu yang membuktikan siapa yang setia kepada
siapa. Tak perlu lagi kau tawarkan segala janji-janji yang terlalu sulit kau
tepati nantinya. Sebab aku tak pernah ingin mengikatmu dengan janji. Sebab aku
tak ingin kau merasa terbebani. Cukup jaga hatimu,juga hubungan kita. Sisanya
serahkan saja padaku.
Komentar