Bukan Hanya Kamu yang Berjuang.

            Malam ini sepi terasa sangat nyata. Pasalnya sejak senja menjemput matahari,tidak ada satupun kabar darimu. Entah apa sebabnya hingga kau memilih berhenti memberi kabar kepadaku. Setengah dari hatiku meronta juga menggerutu karenamu. Lambat laun sepertinya aku mulai nyaman berkomunikasi denganmu. Lama-lama aku terbiasa pada setiap perbincangan kita lewat telepon genggam.
            Tapi kali ini kau memilih pergi lagi. Menghilang lagi setelah berhasil membuatku merasa aman. Apakah ini karena aku berkali-kali menolak inginmu? Seharusnya kau tidak menyerah. Seharusnya kau berusaha mencuri lagi bagian dari hatiku dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Walau aku memilih mengabaikan perjuanganmu bukan berarti aku benar-benar benci. Aku hanya ingin kau belajar bahwa mendapatkan cinta tidak semudah membalikkan telapak tangan. Agar suatu saat nanti ketika kita bersama,kau paham bahwa untuk mencapai titik saling berkekasih ini di lalui dengan sangat sulit.
            Jangan pernah berpikir bahwa hanya dirimu yang berusaha mematahkan gengsi. Akupun juga begitu. Memberanikan diri meminta lebih dulu. Jadi,jika kamu berpikir hanya dirimulah yang berjuang merebut hatiku. Kamu salah. Aku juga sedang berusaha mengokohkan perasaanmu untukku. Karena sejujurnya,untuk bisa menjadi kekasihmu,aku melawan rasa traumaku dari cinta. Cinta yang mematahkan hati. Cinta yang mengkhianati setia. Jadi,jika kali inipun kamu memilih menyerah,aku tidak bisa berbuat apalagi selain juga menyatakan kalah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik