Untuk Kamu...
Untuk kamu yang telah mengisi
kekosongan di hati ini,maaf karena harus meninggalkanmu lagi. Mungkin memang
kita di takdirkan untuk tidak bersama. Meski di malammu yang sunyi kau menyebut
namaku dalam doa. Tapi kenyataan yang terjadi diantara kita hanya membuat kita
terluka. Bagiku,kau adalah laki-laki yang mampu membuatku nyaman. Laki-laki
yang dengan penuh kesabaran serta pengertian menghadapi tingkahku yang
berlebihan dan menguji iman. Namun,pertengkaran kita selama ini telah
melunturkan segala rasa yang pernah tumbuh di dalam dada. Getar-getar asmara
itu sudah hilang entah kemana.
Untuk kamu yang selalu merasa gagal
mengerti aku,kita telah berjalan beberapa minggu namun perjalanan ini seperti
terasa berabad-abad lamanya. Denganmu aku merasa hambar secara perlahan. Walau
seribu kalimat cinta dan permohonan yang kau ucap nyatanya tidak mampu mengetuk
pintu hatiku. Kau telah gagal merebutku darinya. Bahkan setelah aku
memberikanmu jalan yang luas untuk merebut hatiku,nyatanya kau tidak bisa.
Untuk laki-laki yang sepenuhnya
memenuhi kriteria pria idamanku,dengan berat hati aku sampaikan padamu bahwa
perpisahan kita adalah yang terbaik. Agar lukamu tak semakin dalam dan juga
agar hatiku tidak semakin merasa bersalah karena diam-diam masih menyimpan hati
untuk yang lama. Setelah ini,aku tidak akan lagi memintamu kembali. Tidak akan
lagi memberimu harapan kosong. Mungkin bahagiamu bukan padaku. Walau dalam
bayanganku,hubungan yang kita jalani ini akan tampak indah. Nyatanya,sejauh
kita melangkah hanya ada pertengkaran yang membuahkan luka. Semoga setelah ini
kamu bahagia. Maaf karena tidak bisa menjadi yang terakhir untukmu. Maaf karena
sepanjang mengenalku,hanya sayatan luka yang ku beri.
Komentar