Untuk Sang Pemikat Rasa Kagum.

            Hari tampak begitu kelelahan. Malam nampak semakin tua. Rasa kantuk semakin terus memaksa mata untuk terpejam. Memerintahkan otak,mata dan perasaan beristirahat. Namun,yang ku lakukan sedari tadi hanyalah menyelami pikiranku tentang hari esok. Mengingat-ingat apa saja hal yang harus ku lakukan. Mereka-reka waktu strategis untuk diri sendiri.
            Jarum jam masih setia berdetak untuk sang waktu. Nyanyian merdu para binatang malam masih mampu di dengar oleh telinga. Lambat laun menghantarkanku pada seseorang yang sudah sejak awal menyita perhatianku. Tidak pernah bertemu. Tidak pernah berbicara secara langsung. Aku dan dia hanya berinteraksi dengan sosial media. Aku yang begitu mengagumi setiap kata-kata cinta miliknya. Sedangkan dia yang begitu mahir menuangkan rasa pada sajak-sajak cinta. Sederhana namun tepat menusuk ulu hati bagi siapa saja yang membacanya. Untuk siapa saja yang pernah merasakan pahit dan manisnya cinta.
            Setiap malamku yang melelahkan,setiap waktu singkat sebelum tidur,aku tidak pernah absen melihat akun sosialnya. Membaca satu persatu dengan cermat,menghayati dan memahami tiap-tiap kalimat yang ia tuliskan. Terkadang aku mengkhayalkan suatu saat nanti bisa mengunjungi kota yang ia banggakan. Menemuinya di sudut taman yang ia kenalkan. Mengajaknya berbincang tentang dunia yang sejak dulu ku kagumi. Memintanya untuk menandatangani setiap buku dan novel miliknya dan juga mengambil beberapa gambar yang nantinya akan aku pamerkan pada teman-temanku.

            Tulisan ini ku tulis dengan kesadaran penuh untuk seorang penulis novel dan buku yang benar-benar menarik rasa keingin-tahuanku. Untuk seseorang yang sejak dari awal bisa membuatku jatuh cinta pada setiap sajak-sajaknya. Yang mampu membuatku berkorban mengitari kotaku hanya untuk menemukan karya-karyanya. Untuk seorang lelaki bijak yang tinggal di sebelah kotaku. Semoga kesuksesan selalu mendampingi langkahmu. Secara resmi ku sampaikan bahwa aku adalah pengagum setia karya-karyamu yang indah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik